Kejar Status Geopark Nasional, Pemkab Berau Harapkan Kucuran Anggaran dari Pusat

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini tengah menanti hasil pleno dari tim verifikasi Geopark Nasional terkait penetapan kawasan Sangkulirang Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.

Kawasan yang kaya akan nilai sejarah dan cagar budaya ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan jika status Geopark Nasional ini resmi disematkan, kawasan Sangkulirang Mangkalihat akan mendapatkan perhatian lebih besar, terutama dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Bupati Berau Sebut Penduduk Pendatang Beri Dampak Positif Dalam Perekonomian Daerah

“Kita berharap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Berau dapat melihat Geopark ini terwujud. Karena dengan terwujudnya status ini, paling tidak bantuan-bantuan dari pusat untuk pariwisata kita di Berau akan sangat terbantu,” ujar Gamalis saat ditemui media, Senin (2/11/2026).

Gamalis menambahkan, bantuan yang diharapkan meliputi dukungan finansial, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Menurutnya, penetapan status ini akan membuka akses bantuan langsung dari kementerian terkait.

Baca Juga :  Hadiri Pameran Fotografi, Bupati Sri Juniarsih Soroti Tren AI

“Biasanya dengan status Geopark ini, Kementerian Pariwisata akan turun secara langsung untuk memberikan dukungan,” lanjutnya.

Kawasan Sangkulirang Mangkalihat sendiri sebagian besar wilayahnya, sekitar 70 hingga 80 persen, berada di wilayah Kabupaten Berau. Oleh karena itu, Pemkab Berau menaruh harapan besar agar kawasan ini resmi diakui dan didesain sebagai salah satu Geopark Nasional kebanggaan Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Berau Berkunjung Lagi ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PU untuk Percepat Pemenuhan Akses Air Minum

Saat ini, Pemkab Berau beserta masyarakat luas tengah menantikan pengumuman resmi hasil verifikasi akhir agar potensi cagar budaya dan alam Sangkulirang Mangkalihat dapat terkelola secara maksimal. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina