benuanta.co.id, BERAU – Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah menjadi sorotan tajam.
Menanggapi fenomena ini, Wakil Bupati Berau, Gamalis, buka suara dan membeberkan sejumlah faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya kelangkaan dan antrean panjang tersebut.
Gamalis secara blak-blakan menyoroti masih maraknya aktivitas pengetapan BBM oleh oknum masyarakat, serta ketidaksesuaian pelat nomor kendaraan operasional dengan kuota daerah.
Gamalis menyayangkan masih adanya oknum warga yang melakukan pengetapan di tengah meroketnya harga minyak dunia yang memicu tingginya permintaan BBM. Di satu sisi pemerintah memahami faktor ekonomi, namun di sisi lain tindakan tersebut melanggar hukum.
“Kita memahami sih sebetulnya tap (pengetapan) itu bagian dari cara mereka untuk menghidupi ekonomi mereka. Tapi kan di sisi lain itu kan tidak legal, sesuatu yang tidak legal. Kita berharap kesadaran dari masyarakat kita,” ujar Gamalis, Rabu (24/6/2026).
Ia membandingkan kondisi Berau dengan daerah lain yang relatif lebih tertib dari antrean kendaraan.
“Coba lihat hari ini antrean-antrean panjang di mana-mana. Di tempat lain kurang, enggak sehebat kita, enggak senasib kita antrenya. Ini masalah kesadaran dari para pengetap,” ucapnya.
Selain masalah pengetapan, Gamalis mengungkapkan adanya ketimpangan data antara kuota BBM yang disediakan Pertamina dengan jumlah kendaraan riil yang mengisi bahan bakar di Berau.
Banyak kendaraan yang beroperasi dan mengonsumsi BBM di Berau, namun tercatat menggunakan pelat nomor dari luar daerah (seperti pelat B,D,W, L, KU, atau sesama Kalimantan Timur seperti pelat Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Paser).
“Jatah Berau yang tadinya cukup untuk pelat KT (Berau) atau G, GA, atau H, HG, HH, itu diambil jatahnya oleh yang berpelat B, W, L, KU, D, DD misalnya. Atau KT tapi belakangnya Paser, Tenggarong, Samarinda. Ini kan di jalan-jalan banyak, dan itu tentu menggerus kuota kita,” jelasnya.
Menyikapi kondisi yang mulai meresahkan masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan dua langkah strategis. Pemkab Berau akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk membahas potensi penambahan kuota BBM guna menyesuaikan lonjakan kendaraan di lapangan.
Gamalis juga meminta kesadaran para pemilik kendaraan operasional yang masih menggunakan pelat luar untuk segera melakukan mutasi ke pelat lokal Berau.
“Harapannya ke depan, selain kuota kita tambah, ya kesadaran masyarakat juga. Gantilah pelat kalian itu ke pelat KT, jangan pelat luar Berau. Agar supaya jatah kita di Berau ini kan pemantauan untuk kuota itu dari situ (pelat nomor),” pungkas Gamalis. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina








