benuanta.co.id, BERAU – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memberikan peringatan keras agar momen tahunan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni tanpa aksi nyata.
Ia menegaskan, Kabupaten Berau kini tengah menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim global serta darurat pengelolaan sampah yang terus membengkak. Dalam pidato sambutannya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sri Juniarsih menyoroti data mengkhawatirkan terkait beban lingkungan di wilayahnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, timbulan sampah di Kabupaten Berau tercatat menembus angka 54.568 ton per tahun. Meski tingkat pengelolaan telah mencapai 67,67 persen, masih ada sepertiga (sekitar 32,33 persen) sampah yang belum terkelola dengan baik.
“Angka ini patut kita syukuri, namun sekaligus menjadi pengingat keras bahwa masih ada sepertiga sampah yang harus kita kelola lebih baik. Jangan sampai peringatan Hari Lingkungan Hidup ini hanya menjadi seremoni tahunan belaka,” ujar Sri Juniarsih, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, perubahan iklim telah menghadirkan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat Berau, mulai dari kenaikan suhu udara, cuaca ekstrem, ancaman banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga terganggunya keanekaragaman hayati.
Sebagai daerah yang dikenal memiliki kekayaan hutan tropis, kawasan pesisir, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, Bupati menekankan Kabupaten Berau memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem—tidak hanya bagi Kalimantan Timur, tetapi juga bagi Indonesia hingga dunia.
Mengusung tema ‘Saatnya Bekerja Untuk Iklim’ Sri Juniarsih mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, sektor pendidikan, hingga komunitas untuk bergerak bersama secara konkret.
“Perubahan iklim adalah kenyataan yang kita hadapi hari ini. Setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Setiap investasi yang masuk ke Berau wajib memperhatikan kelestarian sumber daya alam,” tegasnya.
Ia juga menambahkan sebagai destinasi wisata unggulan, kebersihan dan keasrian Berau merupakan kunci utama kenyamanan wisatawan maupun warga lokal. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau menyerahkan berbagai penghargaan, bantuan, dan apresiasi kepada sekolah penerima Adiwiyata, perusahaan penerima PROPER, kampung penerima sarana pengelolaan sampah, fasilitas kesehatan, hingga para petugas kebersihan dan pertamanan.
Sri Juniarsih memberikan penghormatan khusus kepada para petugas kebersihan di lapangan yang sering kali bekerja tanpa sorotan kamera.
“Di balik lingkungan Berau yang bersih, hijau, dan nyaman, ada kerja keras yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa para petugas kebersihan dan pertamanan,” tuturnya.
Ia berharap penghargaan dan sarana bantuan yang diserahkan tidak dimaknai sebagai akhir pencapaian, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi mewujudkan Berau yang asri, tangguh iklim, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







