Kurangi Sampah Plastik di Derawan, Wabup Gamalis Ajak Wisatawan Bawa Tumbler

benuanta.co.id, BERAU– Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendadak menjadi pusat perhatian internasional.

Pulau Derawan, destinasi wisata eksotis yang selama ini dikenal dengan keindahan bawah lautnya, kini resmi ditunjuk sebagai pilot project dalam penanganan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R).

Tak tanggung-tanggung, program pelestarian lingkungan ini langsung disaksikan oleh perwakilan dari tiga negara tetangga.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, momentum ini harus menjadi langkah nyata bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.

Terutama beberapa pekan lalu Pemerintah Kabupaten Berau dapat dukungan World Wide Fund for Nature (WWF) untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Saya mengingatkan bahwa sampah plastik memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami,” ungkapnya Rabu (20/5/2026).

Oleh karena itu, Gamalis imbau wisatawan yang berkunjung ke destinasi lokal, mulai dari Biduk-Biduk, Nyadeng, hingga Pulau Maratua, sangat diimbau untuk membawa botol minum sendiri (tumbler).

“Edukasi kita kepada masyarakat jika ke lokasi wisata di Pesisir dan Kepulauan yang ada di Kabupaten Berau mari kita gunakan Tumbler mulai hari ini agar mengurangi penggunaan yang menimbulkan sampah, khususnya sampah plastik,” tegas Gamalis.

Sebagai langkah konkret, Gamalis juga menyoroti fasilitas penginapan di kawasan wisata Berau.

“Saya meminta industri perhotelan untuk menghentikan penyediaan air minum dalam botol plastik sekali pakai di kamar-kamar hotel. Sebagai gantinya, pihak hotel disarankan menyediakan fasilitas isi ulang (refill),” bebernya.

“Jangan lagi menggunakan botol Aqua 600-an dua botol misalnya di kamar. Gunakan seperti hotel-hotel yang ada itu, mereka sudah menggunakan refill,” sambungnya.

Tak berhenti di situ, menurutnya, Pemkab Berau juga sedang bergerak cepat dari sisi regulasi.

“Pada tahun ini, pemerintah daerah tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur tentang pengurangan penggunaan wadah plastik,” imbuhnya.

Langkah ini diharapkan dapat menekan angka limbah plastik secara signifikan dan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah.

“Mari kita jaga sama-sama laut Berau dan lingkungan kita dari sedini mungkin barang kita bawa adalah produk ramah lingkungan atau daur ulang seperti tumbler,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *