Kampung Sadar Kerukunan di Luordes Sebatik Jadi Pilot Projek Bagi Daerah Lain di Kaltara

Nunukan350 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk, dilakukan dengan mencanangkan Desa Sungai Limau, Kampung Lourdes sebagai Kampung sadar Kerukunan (KSK).

Menurut Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara,  Ustaz Abdul Jalil, Kampung Lourdes merupakan contoh bagi wilayah yang lain yang ada di Kaltara, karena masyarakat Pulau Sebatik yang merupakan wilayah perbatasan mampu membuat acara yang merangkul semua suku, agama bersatu padu membangun kebersamaan dan keharmonisan.

“Kita harus tetap rukun, bersatu karena kita adalah bersaudara dan saling menghargai satu sama lainnya. Jika ada perselisihan sebaiknya dibicarakan dengan mufakat sebaik-baiknya agar menemukan solusi,” ujar mantan Anggota DPRD Kaltim ini, Sabtu (1 /10/2022).

Baca Juga :  Gerebek Rumah di Sebatik Timur, Dua Pria dan 43,87 Gram Sabu Diringkus Polisi

Lebih lanjut dikatakannya, Kampung Lourdes diharapkan bisa menjadi contoh bagi Desa yang lain dalam upaya menjaga toleransi. Sebab apabila seluruh masyarakat Kalimantan Utara hidup rukun dan harmonis, maka akan turut menjamin kondusivitas daerah. Yang mana faktor tersebut sangat penting dalam proses pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia suatu daerah.

“Masyarakat yang rukun, yang turut menjaga ketentraman dan ketertiban, itu syarat agar program pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Baca Juga :  Minim Alat Bukti, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembuangan Jasad Bayi di Sebatik

Subbagian Perencanaan, Organisasi dan Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, H. Arie Nova Rachmansyah menyampaikan Kampung Sadar Kerukunan di Luordes Sebatik bisa menjadi pilot projek di Kaltara. Dia berharap Kampung Sadar Kerukunan tidak hanya sampai di sini, tapi bisa tingkatkan Kecamatan.

Setiap tahunnya mereka akan menggelontorkan bantuan untuk kerukunan umat beragama, karena mereka sebagai perpanjangan tangan pemerintah, yang menjadi tugas utama mengenai urusan keagamaan, pendidikan.

Baca Juga :  Wilayah Perkotaan hingga Pedalaman Nunukan Berpotensi Diguyur Hujan

“Sebatik sudah mendapatkan gelar sebagai pulau santri, sehingga dia berharap adanya desa sadar Kerukunan atau pulau kerukunan, semoga ini bisa berjalan,” ujarnya.(*) 

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *