Depresi Digauli Mantan PSK, Remaja Lelaki Ditangani 3 Dokter Spesialis

Nunukan752 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Tiga dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menangani kesehatan Malin (16), remaja laki-laki yang diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Direktur Utama RSUD Nunukan, dr Dulman, mengatakan pihaknya tengah merawat Malin yang diduga menjadi korban pelecahan seksual yang dilakukan seorang wanita mantan Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Saya menugaskan tiga orang dokter spesialis untuk melakukan pemantauan pengawasan dan pengobatan kepada korban. Jadi ketiga dokter itu adalah spesialis kesehatan jiwa, kesehatan anak dan dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin,” kata dr Dulman, Sabtu 21 Mei 2022.

Baca Juga :  Tak Mau Pulang ke Rumah, Anak 11 Tahun di Nunukan Mengaku Telah Disetubuhi Ayah Tirinya

Berita Terkait : Remaja Laki-laki Ini Diduga Dilecehkan Mantan PSK hingga Depresi

Berdasarkan keluhan korban kepada RSUD, menurutnya tiga dokter spesialis tersebut sudah tepat untuk menangani Malin. Mulai dari kejiwaan, dokter anak dan penyakit kulit.

Jika dokter jiwa, yang dilakukan pemeriksaan yakni kejiwaannya korban karena secara fisiologis dan lainnya. Menurut Dokter Dulman, jiwa korban agak terguncang.

Baca Juga :  Gerebek Rumah di Sebatik Timur, Dua Pria dan 43,87 Gram Sabu Diringkus Polisi

Sedangkan dokter spesialis anak, lanjut Dulman karena korban masih di bawah umur maka akan melakukan pemeriksaan kesehatan korban, kemudian dokter kulit dan kelamin akan bertugas melakukan pemeriksaan yang dikeluhkan korban yakni mengalami gatal pada kelamin.

“Saya takutnya menderita penyakit kelamin, makanya saya perintahkan dokter spesialis untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan,” jelasnya.

Namun sejak Kamis, 20 Mei 2022 kemarin, dua dokter yakni anak serta dokter kulit dan kelamin sudah lepas rawat lantaran tidak ada masalah terhadap korban dan hanya tinggal dokter spesialis kejiwaan.

Baca Juga :  Marak Korban Investasi Bodong, Kapolres Nunukan Minta Masyarakat Tak Tergiur Keuntungan Besar

“Korban akan tetap dirawat untuk mendapatkan kesembuhan,” ujarnya.

Kata dr Dulman, korban ini mendapatkan perawatan pada 17 Mei 2022 di RSUD Nunukan, dan sudah dipisahkan dari pasien lainnya agar merasa fokus untuk pemulihan. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *