DPRD Nunukan Minta RSUD Nunukan Selesaikan Pekerjaan yang Belum Tuntas Termasuk soal Pembayaran

benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah melakukan monitoring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan beberapa pekan lalu (5/4), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan secara tertutup, Senin 11 Apri 2022.

Dalam rapat hadir Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman, Kepala Dinas Kesehatan dr. Rustam, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nunukan.

Rapat tertutup itu untuk menindaklanjuti hasil monitoring LKPJ Bupati Nunukan tahun anggaran 2021.

Wakil Ketua Komisi II Bidang Perekonomian Dan Keuangan, DPRD Nunukan Robinson Totog mengatakan rapat membahas terkait proyek pembangunan Ruang Operasi RSUD Nunukan yang menelan anggaran sebesar Rp 20 Miliar.

Kata Robinson Totog, pihaknya sudah memanggil dan hanya mengkonfirmasi atas catatan hasil monitoring di RSUD Nunukan, sebanyak 8 item pekerjaan yang dilakukan di RSUD Nunukan dengan nilai sekitar Rp 32 M.

“Kami menanyakan besarnya anggaran itu, dan dari keterangan dari direktur RSUD Nunukan telah menjawab bahwa alat kesehatan tersebut sangatlah mahal, secara awam kami tidak mengenal secara detail apa-apa yang dipasang ruang operasi tersebut, sehingga kami meminta konfirmasi,” kata Robinson Totog, kepada benuanta.co.id, Selasa (12/4/2022).

Terkait pembayaran yang baru terealisasi 40 persen untuk ruangan operasi, sedangkan yang lain pisik pembangunan sudah 100 persen dan begitu juga dengan pembayarannya, kecuali ruangan operasi dari Rp 19,7 M, baru terealisasi pembayarannya Rp 7 M, sehingga masih menyisakan Rp 11 M lebih yang masih tertunda pembayarannya.

“Terkait pembayaran karena adanya keterlibatan pekerjaan, yang seharusnya selesai 2021, tapi ternyata lewat di bulan Februari 2022 baru selesai, sehingga terjadi penundaan pembayaran. Untuk pembayaran Rp 11 M lebih itu ada,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta adanya pekerjaan yang belum rapi kepada kontraktor untuk segera diperbaiki. Sedangkan pekerjaan ruangan Picu, Nicu yang sudah selesai pekerjaannya dari tahun 2021 tapi sampai saat ini belum di gunakan. Berdasarkan keterangan dari direktur RSUD Nunukan, belum bisa memasukkan alat kesehatan di ruangan tersebut karena menunggu hasil pemeriksaan BPK, setelah diperiksa baru boleh digunakan.

“Dalam satu bulan ke depan pemeriksaan BPK, baru akan memfungsikan ruangan tersebut, jangan sampai ruangan itu dibangun tapi tidak difungsikan malah rusak tanpa digunakan,” jelasnya.

Direktur RSUD Nunukan Dokter Dulman, mengatakan di rumah sakit itu ada delapan item pembangunan diantaranya kamar operasi, kamar bersalin, ICU, UGD, NICU (Neonatalogy Intensive Care Unit), CSSD (Central Sterile Supply Department) dan lainnya ini merupakan anggaran tahun 2021, delapan item ini merupakan yang sangat diperlukan.

“Untuk ruangan operasi ini dengan anggaran Rp 19,7 M itu sudah standar, tidak kurang dan tidak juga lebih. Banyak alat yang dipersiapkan bukan dari Indonesia, tetapi dari luar negeri yakni Jerman, ini merupakan yang terbaik yang digunakan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *