Pemda Nunukan Apresiasi PLN untuk Jaringan Listrik Desa dan Peningkatan Jam Nyala

Nunukan171 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – PT. PLN (Persero) Wilayah Kaltim-Kaltara meresmikan jaringan listrik desa dan peningkatan jam nyala. Salah satunya yang ada di Kabupaten Nunukan, (19/8/3021).

Peresmian itu juga di hadiri secara virtual oleh Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, SE.,M.Si, dan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Jumianto serta Kabag Humas dan Protokol H. Hasan Basri di Ruang VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan.

Program ini merupakan sebagai kado manis untuk masyarakat Kaltim dan Kaltara telah mengalirkan listrik ke 24 desa terpencil di Hari Ulang Tahun (HUT) ke -76 Kemerdekaan RI.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Dugaan Investasi Bodong di Nunukan, Puluhan Korban Alami Kerugian Ratusan Juta

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Muhammad Ikbal Nur mengatakan, di kabupaten Nunukan ada 13 desa yakni di Desa di Krayan yang terdiri dari Kelompok Desa Terang Baru dan Kelompok Desa Brian Baru.

Dari 24 desa yang mendapatkan aliran listrik sehingga ada 2.378 pelanggan yang tersebar di Kaltim-Kaltara. Dengan bertambahnya desa yang sudah dialiri listrik PLN, kini rasio desa berlistrik di Kaltara sebesar 64,11 persen, rasio elektrifikasi sebesar 96.64 persen.

Baca Juga :  Wilayah Perkotaan hingga Pedalaman Nunukan Berpotensi Diguyur Hujan

“Saya berharap dengan resminya jaringan listrik desa dan peningkatan jam nyala dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat kaltim kaltara,” kata Muhammad Ikbal Nur.

Terpisah Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, menyambut baik program tersebut. Apa lagi masyarakat perbatasan yang ada di Kaltara khususnya di desa terpencil tidak menikmati listrik. Sementara, listrik sangat penting karena hampir seluruh aktifitas menggunakan listrik.

Baca Juga :  Kapolres Nunukan Gandeng Insan Pers Dorong Sinergi dan Keterbukaan Informasi

“Apalagi kita ketahui masih ada kecamatan yang memerlukan listrik untuk membantu bisnis dan paling utama di dunia pendidikan. Bagaimana Indonesia bisa tangguh dan bisa tumbuh kalau masyarakat kita masih banyak yang belum menerima pelayanan listrik,” jelas H. Hanafiah, Jumat (20/8/2021). (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *