Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Desa Seberang, 1 Rumah Warga Rusak Berat

NUNUKAN – Angin kencang yang melanda wilayah Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.

Akibat kejadian tersebut, rumah milik Siti Suhela (48) mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan belakang rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Asmar, mengatakan pihaknya telah melakukan rapid assessment atau kaji cepat di lokasi kejadian pada Kamis (29/10/2026) untuk mengidentifikasi dampak bencana sekaligus melakukan penanganan awal terhadap warga terdampak.

“Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, pohon tumbang menimpa rumah warga di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 04, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Kerusakan cukup berat terjadi pada bagian dapur dan belakang rumah,” ujar Asmar.

Ia menjelaskan, rumah yang tertimpa pohon tersebut merupakan bangunan panggung nonpermanen berbahan kayu dengan ukuran sekitar 6 x 12 meter. Saat kejadian berlangsung, korban bersama ketiga anaknya sedang tertidur di dalam rumah.

Baca Juga :  Batas Waktu Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Kaltara Berakhir 31 Oktober 2026

Meski bagian belakang rumah mengalami kerusakan berat, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Korban bersama ketiga anaknya juga tidak mengungsi dan masih bertahan di rumah tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan rumah cukup parah sehingga perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut untuk membantu pemulihan kondisi tempat tinggal korban,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Nunukan bersama pemerintah kecamatan dan desa telah memberikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak. Bantuan yang disalurkan antara lain beras, mi instan, telur, kopi, gula, teh, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga :  Perkuat Kepastian Hukum WNI di Malaysia, Konsulat RI Tawau Fasilitasi Layanan Kependudukan Berupa Pencatatan Nikah

Selain penyaluran bantuan, korban bersama warga dan aparat desa juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak serta menyingkirkan batang pohon yang menimpa rumah.

Asmar menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada pemerintah desa dan kecamatan agar membantu mengusulkan permohonan bantuan perbaikan rumah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Nunukan dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Nunukan.

“Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat membantu memfasilitasi pengajuan bantuan perbaikan rumah, sehingga kondisi tempat tinggal korban bisa segera ditangani sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, rumah korban diketahui sudah berusia tua dan sejumlah bagian bangunannya mengalami pelapukan serta kerusakan. Kondisi ini membuat rumah memerlukan perhatian lebih lanjut, terutama setelah tertimpa pohon.

Baca Juga :  Tiga Nama Calon Sekda Nunukan Diumumkan, BKPSDM Tegaskan Seleksi Berjalan Sesuai Mekanisme

Selain itu, posisi rumah yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit dengan keberadaan pohon-pohon tinggi juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai, khususnya ketika terjadi angin kencang.

BPBD Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar pepohonan tinggi diharapkan memperhatikan kondisi pohon dan lingkungan sekitar, terutama ketika cuaca buruk terjadi,” jelasnya.

Penanganan terhadap rumah warga yang rusak berat tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait agar kebutuhan dasar korban tetap terpenuhi serta proses pemulihan tempat tinggal dapat segera diupayakan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina