benuanta.co.id, NUNUKAN – Curah hujan di Kabupaten Nunukan tercatat cukup tinggi sepanjang Juli 2026. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Nunukan, total curah hujan selama bulan tersebut mencapai 269,2 milimeter dengan jumlah hari hujan sebanyak 23 hari.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Nunukan, William Sinaga, mengatakan curah hujan tertinggi dalam satu hari tercatat mencapai 48,2 milimeter pada 6 Juli 2026.
“Curah hujan bulanan pada Juli tercatat 269,2 milimeter. Sementara curah hujan harian tertinggi mencapai 48,2 milimeter yang terjadi pada 6 Juli,” kata William.
Selain curah hujan, kondisi kelembapan udara di Nunukan selama Juli juga tergolong tinggi. Rata-rata kelembapan tercatat mencapai 91 persen, dengan kelembapan maksimum mencapai 100 persen pada sejumlah hari.
Sementara itu, suhu udara rata-rata selama Juli berada di angka 27,5 derajat Celsius. Suhu maksimum mencapai 32,8 derajat Celsius pada 5 Juli, sedangkan suhu minimum tercatat 22,4 derajat Celsius pada 12 Juli.
Untuk tekanan udara, BMKG mencatat rata-rata sebesar 1.011,9 milibar. Tekanan udara maksimum mencapai 1.013,6 milibar pada 15 dan 17 Juli, sedangkan minimum sebesar 1.007,0 milibar pada 11 Juli.
Dari sisi angin, arah angin dominan selama Juli berasal dari tenggara, dengan kecepatan maksimum mencapai 18 knot pada 9 Juli.
William mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun kegiatan yang berkaitan dengan transportasi laut.
“Kondisi cuaca dapat berubah secara dinamis. Karena itu, masyarakat perlu terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, informasi cuaca penting diperhatikan sebagai langkah antisipasi, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
“Kita mengharapkan masyarakat dapat tetap siaga dengan perubahan cuaca yang dapat terjadi kapan saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







