Efisensi Anggaran 2026, Dana Desa di Nunukan Turun hingga 60 Persen

Nunukan129 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dana desa untuk Kabupaten Nunukan yang bersumber dari APBN mengalami penurunan drastis pada tahun 2026. Dari sebelumnya sebesar Rp176,8 miliar pada 2025, alokasi dana desa saat ini tersisa hanya Rp71,2 miliar atau turun sekitar 60 persen.

Penurunan signifikan ini berdampak pada seluruh desa di Kabupaten Nunukan. Total pengurangan anggaran mencapai sekitar Rp105 miliar untuk 232 desa yang tersebar di wilayah perbatasan ini.

Baca Juga :  Bikin Warga Resah, ODGJ di Jalan Ujang Dewa Diamankan Satpol PP Nunukan

Kepala Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Nunukan, Feri Wahyudi, mengatakan penurunan dana desa terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut berlaku secara nasional dan tidak hanya berdampak pada Nunukan.

“Memang dana desa kita terjun bebas, untuk keseluruhan 232 desa itu sekitar 60 persen turunnya atau sekitar Rp105 miliar,” kata Feri, pada Kamis (8/2/2026).

Baca Juga :  Tak Mau Pulang ke Rumah, Anak 11 Tahun di Nunukan Mengaku Telah Disetubuhi Ayah Tirinya

Feri menjelaskan, penurunan anggaran ini secara otomatis memangkas halaman dana desa masing-masing desa. Bahkan ada desa yang sebelumnya menerima alokasi hingga Rp2,2 miliar, kini hanya memperoleh sekitar Rp300 juta.

“Jadi antara Rp186 juta yang terendah di Desa Pa’nado Kecamatan Krayan dan sekitar Rp500 juta tertinggi di Desa Tepian Kecamatan Sembakung, kalau rata-rata per desa saat ini memang hanya di angka Rp300 juta,” ujarnya.

Baca Juga :  Marak Korban Investasi Bodong, Kapolres Nunukan Minta Masyarakat Tak Tergiur Keuntungan Besar

Ia menambahkan, kondisi ini memaksa pemerintah desa untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran yang tersedia. Keterbatasan dana pembangunan menyebabkan fisik baru tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Paling hanya pemeliharaan bangunan yang sudah ada sebelumnya, tidak bisa lagi untuk pembangunan fisik,” tandas Feri. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *