Respon Kejadian Bom Bunuh Diri, Polda Kaltara Instruksikan Perketat Penjagaan Mako 

Kabar Kaltara249 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dunia kepolisian kembali berduka dengan insiden penyerangan dari orang tidak dikenal (OTK) dengan membawa bom. Kejadiannya di Kantor Polsek Astana Anyar di Kota Bandung Jawa Barat pada Rabu 7 Desember 2022. Tak hanya pelaku tewas saat meledakkan dirinya, namun ada juga personel kepolisian yang ikut menjadi korban.

Dengan insiden tersebut, seluruh Polda hingga jajarannya pun meningkatkan kewaspadaannya terlebih jelang perayaan hari natal dan tahun baru (Nataru). Tak terkecuali oleh Polda Kaltara yang juga tengah meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Karhutla di Bulungan Seluas 515 Ha, BPBD Kaltara Belum Tau Penyebabnya

“Memang kita selalu siap, kejadian ada bom hari ini atau tidak kita selalu siap untuk mengantisipasi itu semua. Terhadap kejadian tadi (bom bunuh diri) menjadi perhatian kita semua,” ungkap Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya kepada benuanta.co.id, Rabu 7 Desember 2022.

Terutama untuk penjagaan markas komando, pihaknya meminta seluruh jajaran untuk melakukan peningkatan. Tak hanya itu dirinya meminta untuk setiap personelnya untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif.

Baca Juga :  KKB 2026 Dorong UMKM Kaltara Naik Kelas dan Tembus Pasar Luar Daerah

“Saya minta seluruh anggota bersama masyarakat, mari kita bersinergi. Apabila ada hal-hal penting untuk dilaporkan seperti gangguan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), ayo silahkan dilakukan,” ujarnya.

Jika selama ini sudah ada pengetatan baik di mako maupun tempat umum atau ruang publik lainnya, pihaknya akan lebih memperketat lagi.

“Memang harus lebih diperketat, apapun itu bentuknya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Perkuat Kepatuhan Pajak untuk Dongkrak PAD

Irjen Pol Daniel mengatakan dalam waktu dekat jelang Nataru akan menggelar operasi kepolisian untuk pengamanan natal 2022 dan tahun baru 2023.

“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Operasi Lilin Kayan 2022. Apalagi nanti banyak orang yang mudik bagi umat kristiani, sehingga banyak lagi aktivitas ibadah maka ini perlu kehadiran polisi bersama masyarakat,” tuturnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *