BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Tarakan dan Bunyu pada 29-31 Agustus

benuanta.co.id, TARAKAN – Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Tarakan dan Pulau Bunyu diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi pasang air laut cukup signifikan yang dapat memicu banjir rob pada 29 hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, mengatakan fenomena yang perlu diwaspadai bukan peningkatan tinggi gelombang, melainkan kenaikan permukaan air laut akibat pasang.

“Untuk gelombang dalam kategori normal. Namun yang ingin saya sampaikan, tanggal 29 sampai 31 wilayah perairan Tarakan dan Pulau Bunyu ada potensi air pasang yang cukup signifikan,” ujarnya.

Kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap kawasan pesisir, terutama apabila pasang laut bersamaan dengan aktivitas masyarakat di wilayah pantai. Untuk 29 Agustus 2026, permukaan air diperkirakan dapat mencapai hampir 2 meter di atas kondisi normal.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

Jika mengacu pada standar mean sea level (MSL) atau muka laut rata-rata, ketinggian permukaan air tersebut dapat mencapai sekitar 5 meter.

“Diperkirakan untuk tanggal 29 itu hampir 2 meter dari normalnya. Kalau dari mean sea level atau standar ketinggian, bisa mencapai 5 meter,” jelas Khilmi.

BMKG menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan tinggi gelombang. Tinggi gelombang di perairan Tarakan dan Pulau Bunyu masih berada dalam kategori normal. Oleh karena itu, masyarakat pesisir diminta tidak hanya memperhatikan informasi gelombang, tetapi juga memperhatikan informasi pasang surut air laut.

Peringatan ini menjadi penting bagi Tarakan yang dalam beberapa pekan terakhir juga menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering. BMKG mencatat hari tanpa hujan di Tarakan mencapai 6 hingga 10 hari, meskipun kondisi tersebut belum memenuhi kriteria meteorologis untuk disebut sebagai musim kemarau.

Baca Juga :  Kwarda Kaltara Dorong Kader Pramuka Pahami Ilmu Jurnalistik dan Publikasi Digital

Secara meteorologis, kemarau baru dapat ditetapkan apabila curah hujan kurang dari 50 milimeter dalam tiga dasarian berturut-turut. Pada periode 11 hingga 20 Agustus, curah hujan Tarakan memang berada di bawah 50 milimeter, tetapi belum berlangsung selama tiga dasarian.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG masih memprakirakan peluang hujan. Pada 26 Agustus, Tarakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kemudian pada 27 Agustus, potensi hujan serupa diprakirakan terjadi di Nunukan, Malinau dan Tana Tidung. Pada 28 Agustus, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Malinau.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Potensi Gempa di Kaltara, Dua Sesar Aktif Perlu Diwaspadai

Sementara itu, masyarakat juga diminta tetap mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG mencatat jarak pandang terdekat di Tarakan sepanjang 10 hingga 25 Agustus mencapai 4 kilometer. Namun saat ini jarak pandang masih sekitar 8 kilometer sehingga aktivitas penerbangan masih berada dalam kondisi aman.

Khilmi mengimbau masyarakat pesisir Tarakan dan Pulau Bunyu meningkatkan kewaspadaan selama periode 29 hingga 31 Agustus, terutama terhadap kemungkinan air laut memasuki kawasan permukiman atau wilayah aktivitas masyarakat.

“Masyarakat yang tinggal di pesisir maupun yang beraktivitas di pesisir mohon meningkatkan kewaspadaan terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 29 sampai 31 Agustus 2026,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *