benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Gerakan Pramuka di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong tidak hanya aktif melaksanakan berbagai kegiatan, tetapi juga mampu menyampaikan setiap aktivitas dan kontribusinya kepada masyarakat melalui publikasi yang baik.
Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kaltara, Hj. Rahmawati melalui Ketua Harian Kwarda Kaltara, Ir. Yoshua Batara Payangan, saat membuka pelatihan Video, Foto dan Media Sosial Kwarda Kaltara, Jumat (28/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yoshua menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat mengikuti pelatihan kepada seluruh peserta, khususnya perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kaltara, baik yang hadir secara langsung di Tanjung Selor maupun mengikuti kegiatan secara daring.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam cara masyarakat memperoleh sekaligus menyampaikan informasi.
“Hari ini, sebuah kegiatan dapat diketahui oleh masyarakat dalam hitungan menit, bahkan detik. Sebuah foto, video, atau berita yang kita unggah di media sosial dapat menjangkau masyarakat yang sangat luas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Gerakan Pramuka perlu beradaptasi. Aktif berkegiatan saja dinilai belum cukup apabila berbagai kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat tidak terdokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik.
“Gerakan Pramuka tidak cukup hanya aktif berkegiatan, tetapi juga harus mampu menceritakan dan menyampaikan kegiatan tersebut kepada masyarakat dengan cara yang baik, menarik, cepat, akurat, dan bertanggung jawab,” terangnya.
Yoshua menyebut kegiatan Pramuka di Kaltara sebenarnya sangat beragam. Mulai dari pendidikan karakter, bakti sosial, kegiatan lingkungan, pengabdian kepada masyarakat, kepemudaan, pelatihan, perkemahan hingga berbagai kegiatan kreatif yang dilakukan para anggota Pramuka.
Seluruh kegiatan tersebut, lanjut dia, memiliki nilai yang penting untuk diketahui masyarakat.
“Jangan sampai kegiatan kita sudah luar biasa, tetapi dokumentasinya kurang baik. Jangan sampai kegiatan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tetapi informasinya tidak pernah sampai kepada masyarakat luas,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia menilai peran pengelola informasi dan publikasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka.
Ia menegaskan, pelatihan yang digelar bukan hanya mengajarkan peserta mengenai teknik mengambil gambar maupun membuat video. Lebih jauh, peserta diharapkan mampu membangun kemampuan bercerita melalui berbagai media.
“Sebuah foto harus mampu menyampaikan pesan. Sebuah video harus mampu menggambarkan suasana dan makna sebuah kegiatan. Dan sebuah berita harus mampu memberikan informasi yang benar, jelas, berimbang, serta mudah dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia pun mengapresiasi tema pelatihan, yakni “Meningkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Publikasi Digital Gerakan Pramuka” yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Gerakan Pramuka di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Melalui pelatihan tersebut, Kwarda Kaltara berharap setiap Kwarcab memiliki kader yang mampu mengelola informasi secara mandiri.
“Kita ingin setiap Kwartir Cabang memiliki kader-kader yang mampu menulis berita, mengambil foto, membuat video, mendesain konten, serta mengelola media sosial secara kreatif dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kapasitas individu, pelatihan tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring pengelola informasi dan publikasi Gerakan Pramuka se-Kaltara.
Kwarda Kaltara ingin komunikasi dan kerja sama antara Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarda dengan Kwarcab dapat semakin kuat. Dengan demikian, berbagai kegiatan Pramuka dari setiap daerah dapat saling dibagikan dan diketahui secara lebih luas.
“Ketika ada kegiatan yang menarik di Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, Tana Tidung maupun di wilayah lainnya, informasinya dapat saling dibagikan,” ujarnya.
Menurutnya, publikasi bukan sekadar aktivitas menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh kader informasi dan publikasi Pramuka untuk menampilkan berbagai sisi positif dalam setiap pemberitaan dan konten yang dibuat.
“Publikasikan kegiatan Pramuka dengan cara yang positif. Tampilkan semangat, kreativitas, pengabdian, persaudaraan, dan nilai-nilai pendidikan yang menjadi kekuatan Gerakan Pramuka,” pesannya.
Yoshua menyampaikan apresiasi kepada Pusdatin Kwarda Gerakan Pramuka Kaltara, seluruh panitia, narasumber, fasilitator serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Ia berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu dapat memberikan manfaat nyata sekaligus melahirkan lebih banyak kader informasi dan publikasi Gerakan Pramuka yang kompeten, kreatif dan bertanggung jawab. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








