KKB 2026 Dorong UMKM Kaltara Naik Kelas dan Tembus Pasar Luar Daerah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Berbagai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kalimantan Utara (Kaltara) ikut meramaikan kegiatan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026. Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Kaltara ini menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Mulai dari produk makanan, kerajinan hingga berbagai hasil kreativitas lainnya ditampilkan dalam kegiatan yang sudah memasuki tahun ketujuh tersebut. Tidak hanya sekadar berjualan, para pelaku UMKM juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan calon pembeli dan memperluas pasar produknya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Agus Taufik mengatakan, KKB memang dibuat sebagai salah satu ruang untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang.

“Alhamdulillah ini KKB atau Karya Kreatif Benuanta yang ketujuh yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Kalimantan Utara. Tentunya bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, kota seluruh Kalimantan Utara,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Gusher Tarakan Tembus Rp80 Ribu per Kg, Tomat dan Terong Justru Turun

Menurut Agus, UMKM yang ikut dalam kegiatan tidak hanya berasal dari binaan BI. Ada juga UMKM binaan pemerintah provinsi, kabupaten, kota hingga sejumlah OPD di Kaltara. Ia berharap, kegiatan ini bisa memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM, terutama dari sisi transaksi dan pengenalan produk.

“Yang pertama tentunya kami harapkan seluruh peserta UMKM yang ada di sini, baik yang merupakan binaan dari BI, binaan dari Pemprov, kabupaten, kota, seluruh OPD yang ada di Kalimantan Utara, juga UMKM yang kami undang di sini, tentunya transaksinya meningkat,” katanya.

Selain mendapatkan tempat untuk berjualan, pelaku UMKM juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Hal ini menjadi salah satu bagian dari proses agar produk lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

Agus mengatakan, BI memberikan pendampingan kepada UMKM secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak hanya saat ada kegiatan, tetapi mulai dari proses awal hingga promosi produk.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Potensi Gempa di Kaltara, Dua Sesar Aktif Perlu Diwaspadai

“Program pengembangan UMKM di Bank Indonesia tentunya ini bukan program yang one shot, tapi program kerja yang terus berkesinambungan dari sejak onboarding, kemudian ada promosi produk di tingkat nasional,” jelasnya.

Dalam proses, produk UMKM juga harus melalui beberapa tahapan sebelum bisa dibawa ke tingkat nasional. Di antaranya seleksi produk, melihat konsistensi dan proses kurasi. Hasilnya, tahun ini ada dua UMKM asal Kaltara yang berhasil tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

“Alhamdulillah tahun ini ada dua UMKM yang bisa tampil kemarin di Jakarta di kegiatan Karya Kreatif Indonesia 2026. Ini tentunya merupakan kebanggaan bagi kita semua sebagai keluarga besar atau warga Kalimantan Utara, produk kita bisa tampil di acara level nasional,” ungkap Agus.

Selain memperkenalkan produk, kegiatan KKB 2026 juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai menggunakan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Menurut Agus, penggunaan QRIS penting karena masyarakat saat ini sudah semakin terbiasa melakukan pembayaran secara digital.

Baca Juga :  Kwarda Kaltara Dorong Kader Pramuka Pahami Ilmu Jurnalistik dan Publikasi Digital

“Di Kaltara tentu tentang transaksi pembayaran dengan QRIS kita dorong juga. Jadi UMKM yang di sini yang akan berlangsung dari mulai tadi siang sampai dengan hari Minggu tanggal 30 Agustus harus menyediakan kanal pembayaran digital,” ujarnya.

Melalui KKB 2026, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan bisa membuka peluang pasar baru dan membuat produk lokal Kaltara semakin dikenal.

Dengan begitu, UMKM Kaltara diharapkan bisa terus berkembang, naik kelas dan nantinya mampu membawa produk Benuanta ke pasar nasional hingga internasional.(*)

Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *