Tiga PLBN Terpadu Telah Terealisasi 100 Persen, Ini Sebaran Alokasi APBN di Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Provinsi Kaltara pada tahun 2022 menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan diakibatkan oleh arah kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan sektor prioritas guna mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kaltara, Ende Johana Surya mengatakan penurunan APBN tahun 2022 juga dikarenakan alokasi anggaran yang didasarkan pada usulan daerah dengan memperhatikan prioritas nasional.

“Juga dari kemampuan negara, kapasitas fiskal dan kinerja daerah,” ungkap Ende Johana Surya kepada benuanta.co.id, Kamis 4 Agustus 2022.

Kata dia, APBN 2022 hanya Rp 9,92 triliun mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 11,04 triliun. Sebarannya alokasi APBN di antaranya Nunukan sebesar Rp 1,25 triliun, Malinau Rp 1,29 triliun, Bulungan Rp 3,64 triliun, Tarakan Rp 1,49 triliun dan Tana Tidung Rp 620,35 miliar.

“Untuk Provinsi Kaltara mendapatkan APBN sebesar Rp 1,61 triliun,” sebutnya.

Ende menyebutkan output belanja strategis pemerintah pusat di beberapa wilayah sudah ada yang mencapai progres 100 persen untuk penyerapan anggarannya. Di antaranya pengembangan pos lintas batas negara (PLBN) terpadu di Long Nawang Kabupaten Malinau dengan anggaran Rp 10,2 miliar telah terealisasi 100 persen.

“Dilihat dari data kontraknya telah selesai 100 persen,” sebutnya.

Selain Malinau, pembangunan PLBN di Kabupaten Nunukan juga dinyatakan 100 persen ada 2 yakni PLBN Terpadu Sei Pancang anggaran Rp 30,47 miliar dan PLBN Terpadu Labang anggaran Rp 10,26 miliar sudah terealisasi 100 persen.

“Kita menilai dari persyaratannya yang memenuhi maka kita dari sisi dananya,” tuturnya.

Sementara yang lain telah terealisasi 100 persen yakni fasilitasi bantuan sarana produksi pengembangan kawasan cabai rawit anggarannya Rp 106,78 juta dan pengadaan obat-obatan di 5 SP lokasi Desa Tanjung Buka dengan anggaran Rp 100,70 juta di Bulungan.

Lalu di Kabupaten Tana Tidung berupa pemeliharaan berkala Sungai Sebawang nilainya Rp 361,20 juta dan pemeliharaan berkala Sungai Sebidai dengan nilai Rp 353,40 juta.

Kemudian di Kota Tarakan yang terealisasi 100 persen di antaranya pembangunan gedung laboratorium sentral ilmu hayati di Universitas Borneo Tarakan anggarannya Rp 2,31 miliar. Pemeliharaan rutin jalan dalam Kota Tarakan senilai Rp 1,01 miliar, pemeliharaan berkala drainase primer Kota Tarakan senilai Rp 311,20 juta dan pemeliharaan berkala Embung Bengawan sebesar Rp 317,27 juta. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *