BULUNGAN – Sekolah Unggul Garuda kembali membuka peluang bagi pelajar di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mengikuti proses penerimaan peserta didik baru. Namun, jumlah pendaftar asal Kaltara hingga saat ini dinilai masih belum sesuai harapan, sehingga sosialisasi dan pendampingan kepada para siswa terus ditingkatkan.
Terlebih, sekolah yang berlokasi di Kabupaten Bulungan tersebut diharapkan bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak daerah untuk mendapatkan pendidikan unggul. Karena itu, penjaringan calon peserta didik dari Kaltara menjadi salah satu perhatian tim Sekolah Unggul Garuda.
Kepala Sekolah Unggul Garuda, Kaltara, Adhi Sulandani mengatakan, meskipun pendaftaran dibuka untuk seluruh siswa di Indonesia, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada pelajar di Kaltara, terutama Kabupaten Bulungan sebagai lokasi sekolah tersebut.
“Kesempatan ini terbuka untuk seluruh anak Indonesia. Tetapi karena sekolahnya berada di Bulungan, tentu kami lebih memfokuskan sosialisasi dan penjaringan di wilayah Bulungan agar anak-anak daerah juga bisa ikut bersaing,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Untuk meningkatkan jumlah pendaftar, tim Sekolah Unggul Garuda telah melakukan sosialisasi di enam titik wilayah Kaltara. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, hingga Pulau Sebatik.
Adhi menjelaskan, sosialisasi tidak hanya disampaikan mengenai informasi sekolah dan proses pendaftaran. Tim juga turun memberikan pendampingan kepada siswa yang ingin mengikuti seleksi agar tidak kesulitan saat melengkapi persyaratan.
“Kami datang langsung ke sekolah-sekolah dan bertemu dengan para siswa. Selain memberikan penjelasan, kami juga membantu mendampingi proses pendaftaran supaya mereka lebih siap menghadapi tahapan seleksi,” jelasnya.
Ia mengingatkan, kesempatan pendaftaran ini tidak berlangsung lama. Dibuka sejak 3 Oktober 2026 dan akan berakhir pada 13 November 2026. Karena itu, siswa yang berminat diminta segera menyelesaikan proses pendaftaran sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Kami berharap adik-adik di Kalimantan Utara tidak menunda lagi. Silakan segera melengkapi dan melakukan finalisasi pendaftaran sebelum 13 November, sehingga tidak kehilangan kesempatan untuk mengikuti seleksi,” tegas Adhi.
Menurutnya, pendaftar secara nasional sejauh ini sudah cukup tinggi. Jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 orang. Meski demikian, pihaknya masih berharap jumlah peserta dari Kaltara bisa terus bertambah.
Adapun proses penerimaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes akademik, pemeriksaan kesehatan, wawancara, hingga penetapan hasil akhir. Seluruh calon peserta didik harus mengikuti tahapan tersebut untuk bisa dinyatakan lolos.
Dari sisi akademik, calon siswa diwajibkan memiliki nilai rata-rata minimal 85 untuk mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Nilai tersebut dihitung mulai semester satu hingga semester empat.
Selain nilai akademik, siswa yang memiliki prestasi di bidang nonakademik juga dapat melampirkan sertifikat sebagai bahan pertimbangan tambahan dalam proses seleksi.
Adhi juga memastikan kesempatan masuk Sekolah Unggul Garuda tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga mampu. Pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang yang sama selama memenuhi ketentuan seleksi.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Siswa yang memiliki Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan jaminan sosial lainnya tetap bisa mendaftar karena ada penilaian tersendiri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







