benuanta.co.id, TARAKAN – Arus penumpang kapal PELNI di Kota Tarakan masih berada dalam kategori normal. Meski belum terjadi lonjakan signifikan, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Tarakan telah menyiapkan pola operasi dua trayek sebagai langkah mengantisipasi peningkatan penumpang pada musim liburan maupun mudik.
Kepala Cabang PELNI Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengatakan tren penumpang hingga saat ini masih berada dalam batas kewajaran dan belum mendekati kapasitas maksimum kapal.
“Untuk saat ini lonjakan penumpang memang belum ada. Traffic masih dalam batas kewajaran,” ungkapnya.
Ia menyebut, pada kedatangan KM Bukit Siguntang di Pelabuhan Tarakan tercatat sekitar 817 penumpang turun, sementara sekitar 837 penumpang naik untuk melanjutkan perjalanan menuju Nunukan, Balikpapan, Parepare, Makassar hingga Larantuka. Jumlah tersebut masih jauh dari kapasitas kapal yang mencapai sekitar 2.000 penumpang.
Saat ini, layanan PELNI di Tarakan masih mengandalkan dua armada, yakni KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Kedua kapal tersebut melayani pelayaran sekitar dua kali setiap pekan melalui dua pola trayek berbeda.
Ferdy menjelaskan, pola tersebut diterapkan agar jarak operasional kapal tidak terlalu berjauhan sehingga armada lain dapat segera menyusul apabila terjadi lonjakan penumpang.
“Jadi ada kapal yang menyusul. Itu salah satu bentuk kami mengatur apabila terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan penumpang umumnya terjadi pada tiga periode setiap tahun, yakni Natal dan Tahun Baru, libur sekolah, serta angkutan mudik Lebaran. Pada masa tersebut, kesiapan operasional maupun aspek keselamatan kapal juga ditingkatkan.
Selain menyiapkan armada, PELNI tetap menjalankan simulasi keselamatan secara rutin di kapal. Dalam kondisi cuaca yang mendukung, penumpang turut dilibatkan agar mengetahui tata cara menggunakan life jacket dan prosedur evakuasi saat keadaan darurat.
Guna mendukung keselamatan pelayaran, PELNI juga terus memantau kondisi cuaca melalui sistem yang terhubung dengan BMKG. Informasi cuaca tersebut dipantau baik dari kapal maupun control room di kantor pusat sehingga menjadi dasar pengambilan keputusan selama pelayaran. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







