Panitia Speedboat Race 40 PK Matangkan Persiapan dan Keamanan

benuanta.co.id, TARAKAN – Persiapan lomba Speedboat Race 40 PK yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Samudra Tarakan pada 23 Agustus 2026 terus dimatangkan. Panitia bersama pihak terkait telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari penentuan lokasi, penghitungan kondisi pasang-surut, pengawasan hingga skema evakuasi untuk memastikan perlombaan berjalan aman dan lancar.

Komandan Satrol Kodaeral XIII, Kolonel Laut (P) Nurfarit Syarifudin, S.H., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., mengungkapkan persiapan telah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu dengan terlebih dahulu memetakan berbagai kebutuhan dan potensi risiko di lokasi perlombaan. Menurutnya, kondisi perairan menjadi perhatian khusus karena perlombaan berlangsung di laut sehingga alur pertandingan dan karakteristik lokasi harus diperhitungkan secara matang.

“Kalau untuk persiapan panitia sudah dari satu bulan yang lalu, kita sudah mulai rancang bagaimana kejadiannya,” ungkapnya.

Dalam proses tersebut, panitia turut memperhitungkan kondisi pasang-surut air yang berpotensi memengaruhi jalannya perlombaan. Perubahan kondisi perairan dari pagi hingga sore menjadi salah satu faktor yang harus dihitung agar peserta tetap mendapatkan kondisi pertandingan yang seobjektif mungkin.

“Kemudian persiapan dari lapangannya terutama risikonya di mana, alurnya seperti apa, pasang-surutnya,” jelasnya.

Penghitungan pasang-surut dilakukan karena kondisi arus yang berbeda pada waktu tertentu dapat memengaruhi peserta selama berada di lintasan. Dengan memperhitungkan kondisi tersebut sejak awal, panitia berharap tidak terjadi perbedaan kondisi yang terlalu signifikan selama perlombaan berlangsung.

“Biar lebih objektif kalau terjadi arus pasang-surut yang lebih tinggi, itu kan nanti dari pagi dengan sore akan berbeda,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Kecelakaan Pesawat Pelita Air, Pertamina Pastikan Distribusi BBM ke Perbatasan Kaltara jadi Prioritas

Penentuan lokasi perlombaan juga dilakukan melalui penghitungan bersama HNSI. Lokasi tidak hanya dipertimbangkan dari sisi teknis untuk perlombaan, tetapi juga dari sisi kenyamanan masyarakat yang nantinya ingin menyaksikan kegiatan tersebut.

“Kita sudah hitung dari satu bulan lalu, kemudian kita cari posisi, kita hitung bersama dengan HNSI, pantas dan pasnya di mana dan ketemulah di sini yang kira-kira masyarakat juga bisa menikmati seluruhnya,” tuturnya.

Dari sisi keamanan, Nurfarit memastikan aspek keselamatan telah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal. Tim Kodaeral XIII dan HNSI akan terlibat dalam pengawasan di lokasi sehingga jalannya perlombaan dapat dipantau dengan lebih mudah, termasuk apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan.

“Dari segi keamanan kita, karena sudah kita rancang sehingga untuk keamanan ini sudah kita perhitungkan lebih nyaman di sini, dari tim Kodaeral dan tim HNSI nanti pengawasannya lebih mudah,” katanya.

Selain pengawasan, panitia juga telah memperhitungkan kemungkinan terjadinya kondisi darurat selama perlombaan. Akses tim kesehatan dan proses evakuasi menjadi bagian dari skema yang disiapkan agar apabila terjadi sesuatu, penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat.

“Bagaimana evakuasi apabila terjadi sesuatu, tim kesehatan juga lebih mudah dari evakuasinya,” imbuhnya.

Untuk mendukung koordinasi selama kegiatan, panitia juga telah menentukan lokasi posko perlombaan di kawasan Lemakan Samudra. Posko tersebut menjadi salah satu bagian dari kesiapan lapangan yang akan mendukung pelaksanaan dan pengawasan kegiatan selama perlombaan berlangsung.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen, Sektor Listrik Jadi Penggerak Utama

“Untuk perlombaan poskonya tempatnya ada di Lemakan Samudra seperti tahun lalu,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD HNSI Kalimantan Utara, H. Muhammad Nurhasan, S.E., mengatakan HNSI juga terus mendukung persiapan kegiatan, khususnya dalam memastikan keterlibatan masyarakat pesisir dalam perlombaan. Menurutnya, kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan karakter masyarakat Kaltara yang banyak beraktivitas di wilayah perairan sehingga keterlibatan HNSI menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

“Khususnya di Angkatan Laut, karena masyarakat Kaltara khususnya kita adalah masyarakat pesisir, dan juga banyak nelayan,” katanya.

HNSI juga berharap persiapan yang dilakukan dapat membuat pelaksanaan tahun ini lebih baik dan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk menghadirkan kegiatan yang semakin menarik bagi masyarakat maupun peserta.

“Tahun lalu sudah diselenggarakan juga, dan tahun ini harapan kami bisa lebih meriah lagi dan bisa lebih baik lagi,” terangnya.

Dari sisi peserta, HNSI masih menunggu konfirmasi mengenai sejumlah ketentuan teknis, termasuk komposisi anggota dalam satu tim. Jumlah anggota dalam satu tim diperkirakan sekitar enam hingga tujuh orang, namun ketentuan final masih akan disesuaikan dengan keputusan panitia perlombaan.

“Satu tim ada yang enam, ada yang tujuh, tergantung. Nanti kita sambil masih menunggu konfirmasi dari panitia perlombaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kurang Pengawasan Jadi Celah Sindikat Pekerja Migran di Kaltara

Pendaftaran peserta sendiri masih dibuka hingga H-1 pelaksanaan perlombaan. HNSI menyebut pendaftaran akan ditutup pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebelum pelaksanaan technical meeting, sehingga calon peserta masih memiliki waktu untuk memastikan kesiapan timnya.

“Sampai H-1, karena sebelum technical meeting kita akan tutup. Insya Allah H-1 di hari Sabtu, tanggal 22,” bebernya.

HNSI juga berharap persiapan yang matang dapat membuat masyarakat merasa nyaman sekaligus menikmati perlombaan sebagai hiburan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagi HNSI, kegiatan tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati hiburan di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih belum baik-baik saja.

“Ini adalah waktunya masyarakat berpesta. Di saat kita memperingati HUT RI, jadi masyarakat juga ada hiburan untuk masyarakat bisa happy, bisa senang,” ucapnya.

Lebih jauh, HNSI berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan masyarakat pesisir dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Satrol Kodaeral XIII. Interaksi yang selama ini terjalin antara nelayan dengan TNI di wilayah perairan diharapkan semakin kuat melalui kegiatan bersama seperti Speedboat Race.

“Harapannya dengan adanya ini jadi awal untuk mempererat masyarakat dengan TNI, khususnya Satrol, karena kita banyak berkehidupan, banyak berkomunikasi, banyak berinteraksi dengan masyarakat nelayan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *