Ekspor Kaltara Turun 25 Persen pada Januari 2026, Surplus Perdagangan Menyusut

benuanta.co.id, BULUNGAN— Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada awal tahun ini melemah.

Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor melalui pelabuhan di provinsi tersebut pada Januari 2026 hanya mencapai US$82,5 juta, turun 25,01 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$110,01 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara, Mustaqim mengatakan, penurunan ekspor terjadi seiring melemahnya permintaan dari sejumlah negara tujuan utama.

“Sebagian besar negara mitra dagang utama mengalami penurunan nilai impor dari Kaltara, terutama Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya,” ujarnya. Katanya, Kamis (5/3/2026)

Baca Juga :  Perkuat Konektivitas Transportasi Laut, Pemprov Kaltara Dorong Penambahan Trayek Kapal Bersubsidi ke Kemenhub RI

Tak hanya ekspor, nilai impor juga merosot tajam. Sepanjang Januari 2026, impor Kaltara tercatat sebesar US$7,89 juta, anjlok 69,3 persen dibandingkan Januari tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Kaltara masih mencatat surplus, meski nilainya ikut tergerus. Pada Januari 2026, surplus perdagangan sebesar US$74,6 juta, turun 11,51 persen dibandingkan surplus Januari 2025 yang mencapai US$84,31 juta.

Baca Juga :  40 Tim Unjuk Kemampuan di Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026

Menurut Mustaqim, struktur ekspor Kaltara masih didominasi oleh segelintir negara tujuan. Lima negara utama pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Filipina, India, Korea Selatan, dan Vietnam.

Nilai ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar US$33,34 juta, disusul Filipina US$16,51 juta, India US$10,93 juta, Korea Selatan US$6,65 juta, dan Vietnam US$5,76 juta. Kelima negara tersebut menyumbang 89,56 persen dari total ekspor Kaltara.

Secara keseluruhan, nilai ekspor ke delapan negara tujuan utama pada Januari 2026 mencapai US$81,73 juta. Angka itu turun 39,35 persen dibandingkan Desember 2025.

Baca Juga :  Minimnya Dokter Bedah Saraf Nasional Kendala Pemenuhan Layanan di Kaltara

Mustaqim menjelaskan, penurunan signifikan terjadi pada ekspor ke Tiongkok yang merosot 58,53 persen. Ekspor ke Filipina turun 26,62 persen, ke Korea Selatan 39,49 persen, dan ke Malaysia bahkan terpangkas hingga 82,49 persen.

“Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pada permintaan eksternal di awal tahun. Meski demikian, Kaltara masih mencatatkan surplus perdagangan yang cukup kuat,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *