Menimbang Visi dan Misi Ziyap di Akhir Masa Jabatan

benuanta.co.id, Tarakan – Memasuki akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2024 mendatang, sederet misi kepala daerah di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) berangsur tercapai. Meski di awal-awal pemerintahan misi kepala daerah terbilang melambat lantaran refocusing dan regulasi anggaran difokuskan pada sektor kesehatan, pemulihan sosial dan ekonomi terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi saat Pandemi Covid-19.

Penyelarasan visi dan misi kepala daerah selama pemerintahan Zainal A Paliwang dan Yansen TP (Ziyap) dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltara dengan seksama. Hal itu sejalan dengan misi kepala daerah dalam menekankan penyelenggaraan pemerintahan yang baik di lingkungan kerja OPD. Penyelarasan kinerja itu juga dilakukan di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kaltara yang merupakan pilar utama provinsi yang ditopang secara profesional, efisien, efektif, dan fokus pada sistem penganggaran yang berbasiskan kinerja. (Peningkatan kinerja OPD Pemprov Kaltara)

Penyelarasan kinerja perangkat daerah itu, lalu dimaksudkan sebagai awal dalam pencapaian kinerja dalam menjalankan misi pemerintahan dalam pembangunan kualitas daerah yang mendahulukan pendidikan yang berkualitas. Hal itu dapat dilihat dari upaya kepala daerah yang mendorong program wajib belajar 16 tahun bagi anak di Kaltara. Selanjutnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ini, kepala daerah melanjutkannya dengan program beasiswa untuk meningkatkan wawasan serta daya saing teknologi ke bidang industri yang ada di Kaltara. Peningkatan SDM pendidikan dan bidang industri ini dimaksud sebagai salah satu program jangka panjang Pemprov agar putra-putri Kaltara menjadi SDM utama dalam dunia industri daerah sendiri. Seperti yang dimaksud dalam misi kepala daerah dalam mewujudkan pemanfaatan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan nilai tambah wawasan lingkungan yang berkelanjutan, secara efisien, terencana, menyeluruh, terarah, terpadu, dan bertahap dengan berbasiskan Ilmu pengetahuan dan teknologi. (Peningkatan SDM Kaltara melalui Program Beasiswa)

Di lain sisi, misi kepala daerah dalam membangun Kaltara juga terus berjalan dengan mengupayakan pembangunan dalam meningkatkan mobilisasi dan produktifitas pemerataan pembangunan kabupaten dan kota. Pembangunan infrastruktur itu, bertujuan untuk meningkatkan ekonomi berdaya saing yang dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah di Kaltara. Dalam hal ini, kepala daerah secara langsung meningkatkan kepentingan rakyat melalui sektor perdagangan, jasa, industri, pariwisata, dan pertanian dalam arti luas dengan pengembangan infrastruktur yang berkualitas. (Peningkatan Infratruktur dan Pembangunan Ekonomi Kaltara)

Sejalan dengan hal itu, kepala daerah juga mewujudkan pengembangan energi terbarukan yang mengutamakan potensi daerah. Dalam hal ini, Pemprov Kaltara mengimplementasikannya dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Pengembangan energi terbarukan yang dikerjakan oleh Kayan Haydro Energi (KHE), sejalan dengan visi dan misi kepala daerah meningkatkan kinerja pembangunan dan investasi daerah dengan melibatkan pengusaha dan investor lokal serta nasional di Kaltara. (Pembangunan PLTA Kayan)

Sejalan dengan pembangunan dan investasi ini, kepala daerah juga menerapkan pengembangan produktifitas dan potensial desa melalui program pengembangan produk lokal dari masing-masing daerah melalui UMKM dan Koperasi. Dengan terbukanya semua konektifitas infrastruktur serta memaksimalkan potensi masing-masing daerah, produk lokal Kaltara yang berdaya saing ini menjadi suatu kekuatan ekonomi bagi masyarakat ke depannya. (Program Pengembangan dan Penggunaan Produk Lokal)

Di tengah – tengah kesibukan sebagai kepala daerah, keduanya selalu merangkai kebersamaan dengan membawa semangat keberagaman ke seluruh latar kebudayaan. Hal ini itu untuk menjaga kebhinekaan di Kaltara. Merajut kebhinekaan ini, kepala daerah melakukan gerakan mambangun desa menata kota dengan memberi bantuan keuangan kepada kabupaten dan kota sesuai kemampuan APBD setiap tahunnya. (Menjaga Kerukunan Kebhinekaan & Insentif RT)

Di akhir visi dan misi keduanya akan melakukan upaya melahirkan DOB seperti Ibu Kota Tanjung Selor, dan sejumlah wilayah lain yaitu Kota Sebatik, Kabudaya, Kerayan, dan Apo Kayan. Perlahan tapi pasti, upaya tersebut telah berproses di Pemerintah Pusat. Dengan hal ini, masyarakat Kaltara dapat memberikan penilaian kinerja kepala daerah tersebut melalui visi misi yang terbilang tuntas oleh keduanya hingga akhir jabatan tersebut. Visi misi keduanya jika ditelisik dari sejumlah kineja OPD Pemprov Kaltara, terbilang nyaris sempurna. Meski insentif RT dan DOB masih dalam proses yang panjang, terlebih saat ini memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) progres kelima DOB itu pasti menjadi tujuan utama keduanya dalam penyelesaian visi misi yang lebih sempurna sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. (DOB)

Sekedar informasi, penambahan link berita merupakan informasi tambahan dalam menunjukan kinerja OPD yang menyesuaikan visi misi Ziyap di Pemprov Kaltara. Selebihnya, Anda dapat menyelaraskan dengan produk informasi lainnya di website benuanta.co.id dan kaltaraprov.go.id. (*)

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1937 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *