Jaga Habitat Ubur-Ubur, Wisatawan Kakaban Diharap Dibatasi

benuanta.co.id, BERAU – Habitat ubur-ubur Pulau Kakaban bakal dijaga agar tetap lestari. Sebab, Kakaban yang terkenal dengan ubur-ubur air tawarnya sempat hilang dan mempengaruhi kunjungan wisatawan.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga menjelaskan terkait dengan hilangnya ubur-ubur dan pembatasan wisatawan di wilayah tersebut harus dilakukan kajian ulang.

“Karena dengan adanya kajian tersebut bisa dilihat dari sisi mana kelemahan agar bisa meningkatkan pengawasan pengawasan di wilayah tersebut,” ucapnya Senin (19/2/2024).

Sehingga menurutnya dengan diterapkan pembatasan wisatawan juga sangat perlu dilakukan.

“Sebab kunjungan yang membeludak akan mempengaruhi ubur-ubur yang ada di dalam danau tersebut,” ungkapnya.

“Harus ada pembatasan juga terkait wisatawan, jangan semuanya bisa masuk. Ditakutkan nanti semua ubur-ubur bisa meninggalkan danau tersebut,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Dirinya pun meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar mengawasi dengan baik.

“Sebab dengan begitu saya yakin semua bisa berjalan dengan lancar. Kan dalam turun di danau itu ada aturannya, itu harus diawasi juga karena jika tidak diawasi nantinya para wisatawan bisa dengan sengaja melakukan hal-hal yang dilanggar,” bebernya.

Maka dari itu, sambung dia kuncinya adalah saling berkoordinasi dengan pengelola wilayah tersebut, sehingga jika hal tersebut berjalan baik maka tidak akan ada hal-hal yang dapat membuat ubur-ubur merasa terancam.

“Saya tidak tahu dengan pasti kenapa ubur-ubur tersebut bisa hilang, kemungkinan karena mereka sudah merasa terancam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir menambahkan soal pulau Kakaban masih ditutup sementara dan tidak menerima pengunjung.

“Namun, ubur-ubur masih ada di sana. Hanya saja tidak muncul ke permukaan,” bebernya.

Terutama proses uji laboratorium tersebut dijelaskannya tengah diteliti oleh pihak ketiga.

“Sayangnya, harus menunggu lebih lama lagi. Sebab, pengambilan sampel pertama gagal. Sehingga, harus mengambil sampel kedua yang dilakukan awal Februari lalu. Kemungkinan satu bulan setelah pengambilan sampel kedua, kita tunggu saja sama-sama,” kata dia.

Berdasarkan hasil pantauannya, masih ada sejumlah ubur-ubur yang ada di pintu masuk Pulau Kakaban tetapi jumlah sangat sedikit.

“Di samping itu, kami juga telah menyiapkan jalur pintu masuk baru di Pulau Kakaban. Di mana di sana masih banyak ubur-ubur dewasa yang terlihat,” paparnya.

Dengan penutupan sementara itu, Saga berharap lokasi atau lingkungan di sana dapat memulihkan diri kembali.

“Anakan ubur-ubur juga masih banyak, hanya saja tidak terlihat yang dewasanya,” ujarnya.

Selain itu, dirinya meminta, wisatawan tidak perlu khawatir secara berlebih, karena ubur-ubur tidak hilang.

“Kemungkinan, ubur-ubur hanya memulihkan diri saja. Mengingat masih banyak ubur-ubur di sisi lain danau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Nicky Saputra 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2944 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *