Di Balik Lancarnya Kayu Ilegal, Ada Setoran Bisnis Janggal

KASUS kayu ilegal tak terlepas dari siapa oknum yang membekingi di belakang para pengusaha, hingga saling memanfaatkan agar bisnis ini bisa berjalan dengan lancar. Pengusaha kayu pun tak bisa disalahkan begitu saja karena usahanya yang berjalan ilegal, namun ada beberapa pihak terkait yang seharusnya ‘jemput bola’ melakukan edukasi dan mendampingi kelegalan usaha warga tersebut, agar tidak menyalahi aturan. Jika tidak, ujung-ujungnya dimanfaatkan pihak – pihak tertentu untuk meraup setoran yang disebut ‘bisnis janggal’.

Setiap bisnis yang diketahui menyalahi aturan atau tak berizin, kerap kali dianggap janggal dan kejanggalan bisnis ini pun dimanfaatkan pihak tertentu dengan iming – iming perindungan (bekingan) kepada pengusaha agar bisnisnya tak terganggu. Seperti bisnis kayu ilegal yang malang – melintang di Bumi Benuanta – sebutan lain Kalimantan Utara – seakan dibiarkan berkembang padahal daerah tak dapat pemasukan yang jelas terhadap adanya usaha kayu ilegal.

Seperti yang diceritakan AM yang mengaku sebagai pengusaha kayu ilegal, soal setoran pun tak ditampiknya berjalan jika sewaktu – waktu dibutuhkan. Karena usaha ilegalnya ini, akhirnya AM berurusan dengan orang tak dikenal yang mengaku sebagai aparat penegak hukum. Ia dijemput paksa di tempatnya bekerja, hingga sang istri yang juga mendapatkan teror.

Diduga kuat, penculikan ini dikarenakan bisnis kayu ilegal yang dijalankannya. AM, mengakui bila bisnisnya ini selalu berjalan lancar bila ada setoran ke pihak – pihak tertentu. Seperti saat ia diintrogasi para pria yang mengaku Paminal Mabes Polri.

“Kalau mengenai itu (setoran) saya sudah sampaikan ke beliau yang memeriksa. Kadang berupa uang. Kalau tidak ada uang saya bawa air mineral dua kotak,” ujar Ami kepada Benuanta.

Pihak – pihak yang meminta setoran ini pun diakuinya tak pernah mematok harga. Biasanya, uang tunai yang biasa ia setor terkadang bervariasi. Terkadang Rp2 juta hingga Rp3 juta sekali setoran. Setorannya ini pun lancar dilakukannya sejak ia memiliki usaha kayu. Namun beberapa waktu belakangan, ia tak sesering dulu melakukan pengiriman kayu yang mayoritas dari Sekatak.

“Bahasa di luar mematok harga. Padahal tidak begitu. Memang saya akui saya setor tapi bukan berarti rutin. Kalau saya mau berhenti ya saya izin atau modal saya sisa sedikit,” lanjutnya.

Berita Terkait : 

Mengenai hal ini, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona menjelaskan untuk orang tak dikenal yang mengaku dari Paminal Mabes Polri sendiri masih dalam penyelidikan pihaknya. Ia juga memastikan bahwa langkah penyelidikan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Kita mohon waktu. Untuk memastikan siapa pelakunya. Kalau tadi yang disebutkan (Paminal Mabes Polri) kita harus konfirmasi dulu. Namanya siapa. Langkah-langkah kita sudah ke sana mencari bukti pendukung juga,” jelasnya.

Bukti yang dikumpulkannya pun sejauh ini berupa CCTV di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi. Ia juga menegaskan dalam proses penyelidikan akan dilakukan sesuai dengan arahan Kapolri yang transparan.

“Penggambaran orangnya itu juga belum jelas. Seperti ciri-cirinya. Ami juga sudah memberikan keterangan. TKP di mana itu juga sudah disebut. Sejauh ini ada lima hingga enam saksi,” tambah perwira melati dua itu.

Pihaknya pun akan langsung berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait kasus ini jika memang diperlukan. Kapolres mengatakan telah melayangkan surat panggilan namun masih harus disinkronkan kembali dengan penyelidikan tim di lapangan. Adapun laporan yang dibuat istri korban yakni berkenaan dengan pencurian dan pengancaman.

“Saat semua proses ini berjalan. AM juga sudah pulang dan memberikan keterangan kami masih berdasarkan laporan polisi tersebut,” tambahnya.

Disinggung pengakuan AM yang menyebut memberikan setoran dengan nominal tertentu guna melancarkan bisnis kayu ilegalnya, ia tak mau terburu-buru dalam menyikapi hal itu. Ia mengungkapkan belum pernah mendapati informasi serupa.

“Kalau ada sumbernya bisa diklarifikasi ke kami. Supaya saya tidak menanggapi, mengkonfirmasi atau mengklarifikasi kabar burung. Tidak masalah kalau ada bukti silahkan tunjukan. Proses transparansi Polri juga menekan kabar burung yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Mantan Kapolres Bulungan itu. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1962 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *