Pengiriman Sapi Hidup ke Kaltara Terkendala PMK, Tarakan Andalkan Daging Beku

benuanta.co.id, TARAKAN – Kekosongan daging sapi segar maupun hidup di Kota Tarakan menjelang momen Tahun Baru 2023 membuat Dinas Peternakan Pertanian Tanaman Pangan (Disnaktangan) mengalihkan konsumsi ke daging beku. Pihaknya saat ini juga tengah melakukan koordinasi dengan PNPB terkait surat edaran zona kuning dan hijau Penyakit Mulut dan Kuku pada sapi.

Diketahui Kota Tarakan tak lagi mengambil daging sapi dari wilayah Gorontalo yang saat ini berada pada zona kuning.

Kepala Disnaktangan Kota Tarakan, Elang Buana mengungkapkan sebenarnya di wilayah Gorontalo Utara sendiri tidak terdapat kasus PMK. Namun Balai Karantina Pertanian Gorontalo belum mengizinkan adanya pengiriman sapi ke luar daerah.

Baca Juga :  Dinkes P2KB Nunukan Tangani 70 Pelaku Usaha Baru PIRT

“Kalau untuk Karantina Tarakan sudah mempersilahkan, tapi permasalahannya di Karantina Gorontalo. Saat ini kami sedang koordinasi dengan PNPB Pusat dalam hal ini Satgas PMKnya, mudah-mudahan bisa dan ada pengiriman dari Gorontalo ke Tarakan,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (28/12/2022).

Elang menegaskan saat ini pihaknya mendatangkan daging beku asal Jakarta. Saat ini juga terdapat beberapa distributor untuk mendatangkan daging sapi beku.

Ditutupnya pengiriman sapi segar ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu, untuk itu pihaknya mendatangkan sekitar 7 ton perminggu.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Tarakan-Kejaksaan Negeri Nunukan Bersinergi Optimalkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

“Kita datangkan dari Sri Kencana Lestari itu 30 ton dan Bulog juga akan mendatangkan daging beku,” katanya.

Menurutnya, tidak semua orang suka dengan daging beku. Tapi guna mengantisipasi kebutuhan daging pada momen Natal dan Tahun Baru pihaknya mendatangkan puluhan ton daging.

Sementara untuk persediaan daging ayam sendiri di Tarakan mengalami surplus. Perminggu kebutuhan akan ayam segar mencapai 400 ton namun pada momen Nataru 2023 ini terdapat kurang lebih 100 ton yang mengalami surplus.

“Tahun ini meningkat kebutuhannya, ya sekitar 10 persen. Apalagi daging ayam ini naik turun, kalau lebaran itu yang naik. Karena hampir setiap lebaran ini rumah tangga itu membeli ayam kan, tapi ini kan Natal jadi tetap ada penambahan juga,” bebernya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Segera Umumkan Stop Ekspor Mentah Tembaga Tahun Ini

Pada Minggu ini pihaknya menyediakan 140 ton ayam ras sementara kebutuhan di Minggu ini hanya 70 ton.

“Tapi kan ini diproduksi terus, ya nanti akan habis juga. Setiap hari kan potong (ayam) ya insyaallah terpenuhi di ayam segar,” tutup Elang.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *