50 UMKM Nunukan Diberikan Pelatihan Pengelolaan Makanan Higienis dan Perizinan Usaha

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 50 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Nunukan diberikan pelatihan dalam pengelolaan makanan yang higienis dan tidak terkontaminasi bakteri oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan.

Ninda salah satu Pelaku UMKM mengatakan, selain pelatihan Higienis mereka juga berikan pengetahuan tentang perizinan usaha seperti Online Single Submission (OSS), pendaftaran pelaku Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Apa yang di berikan ini sangat bermanfaat, yang tidak diketahui menjadi tahu dan kami sangat terbantu setelah diberikan pelatihan seperti ini,” ujar Ninda kepada benuanta.co.id.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Daeng Palu, yang pertama pelaku usaha yang mau bergerak di bidang ekspor impor, harus memiliki NIB (nomor induk berusaha) Itu yang paling penting.

Baca Juga :  Tantangan Seorang Guru Kian Berat Mencerdaskan Anak Bangsa

“Dengan adanya PLBN pastinya nantinya kita di mudahkan untuk pengiriman produk dan di bantu oleh Aspindo. Intinya memudahkan pelaku UMKM bisa mengekspor produknya dengan mengikuti aturan dan syarat yang berlaku,” jelasnya.

Dan yang lebih penting yang harus di ketahui, bisa tahu produk apa yang bisa di kirim, dalam jumlah banyak dan mana produk yang terbatas. Termasuk bea cukai dan imigrasi membantu memudahkan pelaku usaha proses pengiriman produknya.

Kepala DKUKMPP Nunukan Sabri melalui Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan Syamsul Daris mengatakan, upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting di daerah Kabupaten Nunukan, dari data statistik jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di indonesia terus bertambah setiap tahun seiring dengan kemajuan teknologi dan potensi sumber daya manusia yang semakin berkembang.

Baca Juga :  Diduga Terjatuh, Chandra ABK Speedboat Paolai Express Dikabarkan Hilang

Peningkatan jumlah UMKM ini membawa pengaruh yang cukup baik bagi perekonomian di indonesia khususnya Nunukan. mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produk domestik bruto yang cukup besar.

Sedangkan manfaat dari kegiatan pelatihan penjamah makanan ini adalah agar pelaku penjamah makanan/pengolah mengetahui dan lebih dapat menerapkan personal higienis.

“Agar makanan yang diproduksi mereka lebih aman serta dapat meminimalisir resiko tercemarnya makanan sehingga kejadian keracunan pangan akan dapat diminimalisir,” kata Syamsul, Sabtu (24/9/2022).

Hal ini berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 1096/menkes/per/vi/2011 tentang higienis sanitasi jasa boga dan keputusan menteri kesehatan republik indonesia nomor 1096/menkes/sk/vii/2003 tentang persyaratan higienis sanitasi rumah makan dan restoran, maka dinas koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan Kabupaten Nunukan menyelenggarakan pelatihan sekaligus mengadakan sosialisasi perizinan usaha (OSS) dan sosialisasi pendaftaran pelaku usaha di LPSE.

Baca Juga :  Kalapas Nunukan Ingatkan Generasi Muda Hindari Pelanggaran Hukum

Terutama teman-teman yang bekerja langsung bersentuhan dengan makanan, bagaimana mengelola makanan itu agar higien tidak terkontaminasi dengan bakteri, karena nanti makanan yang diproses ini akan disajikan kepada konsumen,” ujarnya.

“Jadi harapan kita, bertahap agar mereka sudah mempunyai IMB sertifikat halal, kalau sudah halal mereka sudah mempunyai keahlian, termasuk makanan sudah mengetahui mengolah makanan secara higien termasuk peralatannya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 12 =