Program Guru Penggerak, Diharapkan Mampu Ciptakan Tenaga Guru yang Lebih Inovatif

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Kementrian Pendidikan Budaya dan Riset Teknologi (KEMENDIKBUD RISTEK) melalui PPPPTK Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kebudayaan gelar kegiatan Lokakarya 7 Program Guru Penggerak, Senin 16 Mei 2022.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pendidikan Guru Penggerak yang terdiri dari pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan. Selama program berlangsung, guru tetap melaksanakan tugasnya sebagai guru. Dimana kegiatan ink bertujuan untuk melakukan upgrading guru, agar memiliki kompetensi dasar yang lebih baik dalam mengajar.

Pemerintah daerah Kabupaten Tana Tidung melalui Wakil Bupati, Hendrik, S.H., M.H. mengatakan bahwa kegiatan Guru Penggerak merupakan program pendidikan dari Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Program ini merupakan program Kemendikbud Ristek, sehingga para guru yang mengikuti kegiatan ini kita harapkan, mampu menjadi guru yang tidak hanya bergerak sebagai seorang pengajar, tapi mampu menciptakan inovasi baru dalam dunia pendidikan,” kata Hendrik.

Sehingga hadirnya Guru Penggerak diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar yang ada di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial saja, tetapi ada output yang dihasilkan khususnya bagi peningkatan mutu guru itu sendiri, peserta didik, dan lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya transfer ilmu pengetahuan saja melainkan disertai transfer nilai dan budaya sehingga peserta didik dapat mengalami dan menyelami arti pendidikan yang sesungguhnya “ ujarnya.

Menurut wakil bupati KTT itu, saat ini dunia sudah mengalami perubahan yang begitu cepat dan agar generasi muda mampu bersaing dalam perubahan itu, dibutuhkan guru yang inovatif yang mampu memberikan ilmu tidak hanya sekedar wawasan biasa. Tapi juga ilmu mengenai teknologi informasi yang saat ini sedang mendominasi kebutuhan masyarakat dunia.

“Berikan wawasan dan ilmu yang dapat mereka pakai saat ini maupun dimasa yang akan datang. Ilmu memang tidak ada matinya, tapi ilmu yang kita berikan juga harus bisa membuat mereka bersaing dengan kondisi dunia saat ini,” terangnya.

Disisi lain Kepala Disdik Tana Tidung, Jafar Siddik mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan calon Guru Penggerak dalam menjalankan perannya dan menjaring calon Guru Penggerak.

“Lokakarya 7 dengan tema Panen Hasil Belajar ini juga bertujuan menjadi ruang diskusi dan tempat pemecahan masalah yang dihadapi oleh calon Guru Penggerak. Juga untuk meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan. Berbagai instansi dan lembaga, mulai dari Wakil Bupati, Bunda PAUD, Kepala BPMP Kaltara, Kepala BGP Kaltara, dan Kacab Disdikbud Kaltara Wilayah KTT-Malinau menanggapi hasil belajar para calon guru penggerak sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas” pungkas Jafar.(*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *