Minyak Goreng Lokal Mahal, Warga Nunukan : Malaysia Lebih Murah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Meroketnya harga jual minyak goreng di Tanah Air membuat warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) beralih ke minyak goreng produksi negara tetangga, yakni Malaysia.

Pasalnya, harga minyak goreng produksi Indonesia di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia kini mencapai Rp 20 hingga Rp 22 ribu perkilogram. Bahkan di luar pasar bisa tembus di angka Rp 22 hingga Rp 24 ribu. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga minyak asal Malaysia, yakni dikisaran Rp 16 ribu perkilogram.

Baca Juga :  Dorong Daya Saing Daerah, DPRD Nunukan Kebut Pembahasan Raperda Pengembangan Ekonomi

Kepala Bidang Pengembangan dan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan H. Syamsul Daris mengatakan, kenaikan harga minyak goreng asal Indonesia ini disebabkan kondisi kelapa yang sawit mengalami penurunan produksi sekitar 8 persen.

Penurunan produksi ini terjadi lantaran adanya pengurangan tenaga kerja yang rata-rata dari Indonesia dan telah banyak dipulangkan. Akhirnya perusahaan yang tidak full bekerja sehingga produksi mulai berkurang.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Desak Pemkab Segera Tangani Lereng Rawan Longsor di Tanjung Harapan

“Jadi ini penyebab naiknya harga minyak goreng,” kata Syamsul Daris, Senin (22/11/2021).

Kendati demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak atas kenaikan harga tersebut. Sebab, kata dia, persoalan ini merupakan skala besar yang mana menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Sementara itu, kenaikan harga minyak goreng ini juga dirasakan Gita, warga Binusan, yang mau tak mau harus menggunakan minyak goreng produksi Malaysia.

Baca Juga :  Buka Rakerda KORMI 2026, Pemkab Nunukan Siap Perkuat Pembinaan Olahraga Masyarakat

“Kami lebih suka beli minyak goreng asal Malaysia, karena lebih murah,” tandasnya. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *