Marak Babi Mati Mendadak di Malinau, BKP Belum Dapat Kabar

benuanta.co.id, TARAKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan mengaku belum mendapatkan kabar tentang perkembangan virus African Swine Fever (ASF) yang diduga sudah memasuki wilayah Kabupaten Malinau.

Untuk diketahui, sejak awal bulan September 2021 telah marak hewan ternak babi yang mati bersamaan secara mendadak di Kabupaten Malinau. Berdasarkan gejalanya sangat mirip dengan gejala virus ASF.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Tarakan Ultimatum Polres 30 Hari atas Pelaporan Dirut PDAM Tarakan

Sebelumnya, Negara Malaysia mengkonfirmasi kasus positif ASF pertama terjadi pada hewan ternak babi pada bulan Februari lalu. Diduga virus tersebut telah memasuki wilayah Kaltara.

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan, Akhmad Alfaraby melalui pejabat BKP Kelas II Tarakan, Lambang mengkonfirmasi bahwa dugaan persebaran virus tersebut belum terpantau langsung oleh pihaknya.

Baca Juga :  Cuaca Tarakan Sepekan ke Depan Didominasi Berawan, Waspada Hujan Lebat pada Malam Hari

“Kami belum mendapat kabar tentang berita tersebut. Karena tidak ada lalu lintas babi dan produknya tercatat di karantina,” ujar Lambang kepada benuanta.co.id pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Meski begitu, ia menilai hal tersebut mungkin saja tengah dipantau oleh dinas terkait sehingga untuk selanjutnya dapat dilakukan koordinasi bersama.

“Untuk informasi terkait wabah virus ASF di Malinau mungkin telah dipantau oleh dinas terkait di Kabupaten Malinau atau dengan dinas terkait Provinsi Kaltara,” lanjut Lambang. (*)

Baca Juga :  Begini Cara Mengenali Obat Tradisional yang Aman Menurut BPOM Tarakan

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *