Sempat Viral, Pemecahan Cor Semenisasi di Nunukan Akhirnya Klarifikasi

Headline, Nunukan270 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah viral di media sosial (medsos) terkait aksi seorang warga memecahkan cor beton semenisasi di Jalan Yamaker RT 3, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan akhirnya membuat klarifikasi permintaan maaf atas tindakannya.

Vidio berdurasi 56 detik yang beredar di WhatsApp diketahui bernama Baso Jasman, memcahkan bagian beton jalan semenisasi. Padahal jalan tersebut merupakan jalan semenisasi yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas PUPR Kaltara.

Baca Juga :  Pasokan BBM Subsidi di Sebatik Dikeluhkan, DPRD Nunukan Dorong Tim Pengawasan Terpadu

“Kami tidak ada niat untuk merusak fasilitas pemerintah atau negara. Kami memecahkan sisi tepi bagian jalan cor beton itu untuk laluan motor dan kendaraan roda empat agar bisa dilalui pengendara,” kata Baso Jasman saat dijumpai pada Senin, 8 Januari 2024.

Terpisah, Ketua RT 03 Kelurahan Nunukan Barat, Hj Haryani saat dikonfirmasi mengatakan setelah proyek jalan itu selesai dikerjakan namun belum dapat untuk dilewati. Hal itu lantaran masih dalam tahap pemeliharaan. Sehingga, warga setempat tidak bisa melalui jalan tersebut menggunakan kendaraannya. Oleh sebab itu, ujung dari semenisasi sedikit dilandaikan agar bisa dilalui kendaraan.

Baca Juga :  Bikin Warga Resah, ODGJ di Jalan Ujang Dewa Diamankan Satpol PP Nunukan

“Terlalu tinggi tidak ada landai sehingga sulit untuk kendaraan melintas,” jelasnya.

Jalan sepanjang 55 meter dengan ketinggian 20 cm itu, kata dia berasal dari anggaran Pemprov Kaltara, dengan anggaran sekita Rp100 juta.

Terkait hal ini, pihak kontraktor yakni Dome Doni Adam menjelaskan pembangun jalan tersebut merupakan tahap awal. Sehingga jalan ditinggikan untuk menghindari kerusakan. Disampaikannya, membutuhkan waktu satu bulan untuk pemeliharaan sebelum difungsikan.

Baca Juga :  Minim Alat Bukti, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pembuangan Jasad Bayi di Sebatik

“Kami tetap membuat landai, karena bahan sudah ada. Saat hendak ingin membuat namun pada sore hari ada warga yang sedang memukul untuk membuat pelintasan jalan motor dan mobil seolah perkara ini dibesar-besarkan,” jelasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *