Dongkrak Produksi Laut, Diskan Tarakan Kembangkan Sistem Baru dengan Probiotik Lactobacilus dan Bioflok

Ekonomi, Tarakan323 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perikanan (Diskan) Kota Tarakan telah mengembangkan dua jenis sistem budidaya kelautan dan perikanan baru, yang cukup berbeda dari sistem budidaya tradisional pada biasanya.

Disebut berbeda, lantaran tidak seperti budidaya rumput laut dan udang windu yang dikemas secara tradisional, Diskan Tarakan telah mengembangkan sistem budidaya yang terbilang cukup modern dan menggunakan unsur kimiawi.

Kepala Dinas Perikanan Kota Tarakan, Ardiansyah melalui Analis Perikanan Budidaya, Aris Imawan, S.Pi mengatakan dua sistem tersebut yakni mengembangkan budidaya udang dengan peran probiotik lactobacilus dan sistem bioflok air tawar.

Baca Juga :  Karhutla di Tarakan Tembus 56 Hektare pada Periode Agustus

“Sistem budidaya dengan menggunakan probiotik lactobacilus. merupakan sistem penguraian amoniak dalam tambak dengan probiotik yang sudah difermentasi, amoniak diuraikan oleh probiotik lactobacilus menjadi bahan makanan atau penyubur plankton (makanan alami udang),” jelas Aris.

Pada saat uji coba menggunakan 3 siklus, produksi udang menggunakan probiotik lactobacilus terdapat peningkatan hasil.

“Sebelum menggunakan sistem budidaya dengan aplikasi probiotik lactobacilus, panen udang di tambak hanya kisaran 90-100 kg. Namun setelah menggunakan sistem probiotik yang dipanen mencapai 185 kg. Kemudian 225 kg udang windu terpanen dengan masa pemeliharaan 3 bulan,” bebernya,” tuturnya.

Baca Juga :  Empat Orang Diamankan di Lokasi Sambung Ayam Juata Laut

Sedangkan sistem budidaya bioflok air tawar pada prinsipnya sama, turut menggunakan bakteri positif, namun hanya diterapkan pada ikan air tawar dan dalam media yang relatif lebih kecil dibandingkan tambak.

Untuk diketahui, bioflok merupakan wadah berbentuk tabung berisi air, yang digunakan seperti kolam untuk budidaya ikan air tawar. Biasanya berhasil melakukan budidaya terhadap ikan lele, ikan nila dan ikan patin.

Baca Juga :  Peralatan Pemadam Kebakaran Perlu Peremajaan

“Sistem budidaya tidak berpengaruh pada harga produksi, namun berpengaruh besar pada jumlah produksi yang meningkat pesat. Khususnya budidaya udang,” tutupnya.(*)

Reporter: Matthew Gregori Nusa
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *