DKPP Nunukan Terus Genjot Perkebunan Jagung

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan hingga saat ini terus memfokuskan pengembangan sektor perkebunan jagung.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DKPP Nunukan, Muktar, bahkan, DKPP juga menargetkan akan mencetak seribu hektar kebun jagung hingga pertengahan tahun 2023 nanti yang mana seribu hektar lahan ini nantinya akan menyebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Kalau saat ini baru sekitar 50 hektar yang sudah kita tanami jagung. Nah, ini terus kira kembangkan dan kita perluasan terus,” ujar Mukhtar kepada benuanta.co.id, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga :  2 Pengedar Sabu di Nunukan Diamankan Tim Gabungan, Barbuk 81 Gram dan 42.100 Ringgit Malaysia Turut Disita

Diungkapkannya, pengembangan jagung tersebut, dinilai memiliki potensi besar. Sebab, banyak manfaat dari penanam jagung. Misalnya dari batang jagung bisa digunakan sebagai pakan ternak hingga kotoran pun digunakan menjadi pupuk.

“Untuk panennya juga lebih cepat ya. Setahun itu bisa 3 sampai 4 kali panen,” katanya.

Sehingga ia menyampaikan bagi masyarakat yang memiliki lahan kosong dan tidak dimanfaatkan, bisa digunakan. Bahkan, pihaknya menjamin akan mendukung bibit jagung yang akan ditanam secara gratis.

Baca Juga :  Anak di Nunukan Simpan Jenazah Ibu Sepekan Lamanya, Jasad Korban Ditemukan Membusuk Terbungkus 3 Lapis Kain

“Jadi, masyarakat nantinya tinggal merawat saja. Kalau sudah panen, langsung diambil pembeli, karena sudah ada pembeli-pembeli yang kita siapkan. Makanya, jangan khawatir soal penjualannya,” ungkapnya.

Tidak hanya jagung, untuk sektor persawahan, juga terus digenjot, yang mana sawah yang aktif saat ini dinilainya terus mengalami penurunan, lantaran banyak masyarakat yang pindah profesi.

Baca Juga :  Langgar Aturan Keimigrasian, WNA Asal Pakistan Dideportasi dari Nunukan

Ia menuturkan, saat ini, lahan persawahan di Kabupaten Nunukan hanya berjumlah 4 ribuan hektar. Yang mana lahan persawahan terbanyak berada di Krayan kurang lebih 3,5 ribu hektar.

“Sisanya itu di Nunukan dan Sebatik. Ini lahan yang aktif. Sebenarnya banyak lahan persawahan tapi tidak aktif sudah,” tandasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *