Petani Tulin Onsoi Panen Jagung Hibrida Varietas BISI 2 Hingga 4,6 Ton

NUNUKAN – Di tengah pendemi wabah Covid-19 saat ini, kelompok tani Tunas Harapan Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, berhasil melakukan panen Jagung Hibrida Varietas BISI 2 dengan luas lahan 1 hektare (Ha).

kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi, S.Hut, M.AP melalui Penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan Bidang Pangan, Martinus Gunawan S.P. mengatakan, agar petani terus berproduksi dan para penyuluh pertanian terus aktif mendampingi petani sampai masa panen berjalan dengan baik. Serta terus menjaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker, di tengah Covid-19 saat ini.

Baca Juga :  SMPN 2 Nunukan Kembali Jadi Tuan Rumah OSN SMP Tingkat Provinsi Kaltara

Peran Petani dan Penyuluh dalam merealisasikan imbauan itu dibuktikan melalui kelompok tani Tunas Harapan Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, yang berhasil melakukan panen Jagung Hibrida Varietas BISI 2 di lahan seluas 1 Ha.

“Hasil dari panen petani mendapatkan provitas sebanyak 4,6 ton, ini adalah penanaman pada bulan Februari 2020 lalu,” kata Martinus, kepada benuanta.co.id, Ahad (31/5/2020).

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Stok BBM di Bulungan Aman

Penanaman Jagung Hibrida di Kabupaten Nunukan pada bulan Februari adalah seluas 6 Ha dan hari ini adalah panen terakhir dari hasil penanaman tersebut.

Ditambahkan Kasi Tanaman Pangan DPKP Kabupaten Nunukan, Christian Tandi, S.P., pada bulan Maret tahun 2020 lalu ada peningkatan luas tanam menjadi 9 ha, dan diharapkan ada peningkatan produksi dari luasan tanam tersebut.

Selain itu disampaikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah Tulin Onsoi, Inamah, S.P. ini adalah merupakan daerah yg sangat potensial untuk terus dikembangkan peningkatan dan perluasan tanaman Jagung Hibrida untuk wilayah Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Berlakukan Diskon Iuran 50 Persen bagi Pekerja Mandiri hingga Akhir 2026

“Sehingga sangat diharapkan terus peran petani, kelompok tani bahkan para penyuluh untuk terus aktif di lapangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pangan, apalagi kalau dilihat potensi wilayah dan tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.(*)

 

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *