Bikin Meringis! Cabai Lokal Nunukan Tembus Rp 200 Ribu per Kilogram

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pasca hari raya Idul Adha, harga cabai di pasar Inhutani Nunukan tembus hingga Rp 200 ribu per kilogram. Hal ini sontak memicu keluhan masyarakat maupun pedagang.

Astuti (27), salah satu pedagang di pasar Inhutani Nunukan mengatakan cabai lokal mengalami kenaikan hingga Rp 200 ribu per kilogram, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 110 hingga Rp 120 ribu per kilogram.

“Baru hari ini harganya naik sampai Rp 200 ribu. Naiknya harga dari petani, kita beli dari petani Rp 150 ribu. Jadi mau tidak mau harganya juga kita naikkan,” ujar Astuti kepada benuanta.co.id, Rabu (13/7/2022)

Baca Juga :  Jumlah Kendaraan di Tarakan Capai 214 Ribu Unit, Samsat Genjot Kepatuhan Wajib Pajak

Ia mengungkapkan kenaikan harga cabai lokal disebabkan kosongnya stok cabai asal Sulawesi, sehingga yang tersedia hanya cabai lokal.

“Kapal barang dari Sulawesi tidak ada yang masuk, makanya kita sekarang ini lagi kehabisan stok cabai  Sulawesi yang ada hanya lombok lokal saja,” tandasnya.

Terpisah, Pengawas Perdagangan, Dinas UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan Abdul Rahman mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan karena tidak adanya kapal Thalia yang membawa barang dari Sulawesi masuk ke Nunukan.

Baca Juga :  Kabel Semrawut Dinilai Jadi Polusi Visual, Akademisi Dorong Penataan Bertahap di Tarakan

“Ini sudah seminggu lebih kapal barang dari Sulawesi tidak masuk, makanyaa stok barang dari Sulawesi berkurang,” ujar Abdul kepada benuanta.co.id, Rabu (13/7/2022)

Abdul menyampaikan, kapal barang dari Sulawesi belum masuk dikarenakan berkaitan hari raya kurban, sehingga tidak beroperasi. Sedangkan untuk kedatangan kapal barang Thalia yang masuk ke Nunukan sesuai dengan jadwal itu setiap hari Senin dan Jumat.

Baca Juga :  PT Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik ke Forum Nasional

“Kalau sesuai jadwal sudah 3 kali kapalnya tidak masuk, InsyaAllah Jumat 15 Juli mendatang kapalnya sudah masuk kembal,” pungkas Abdul Rahman. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *