Layanan PDAM Danum Benuanta Dikeluhkan Pelanggan, Dirut Singgung Masalah di Sumber Air Baku

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Layanan PDAM Danum Benuanta mendapatkan keluhan pelanggan. Keluhan datang dari seroang pengguna sosial media dengan nama akun dha_Borneo.

Pemilik akun ini berdomisili di daerah Kampung Arab Tanjung Selor Hulu. Warga ini mengeluhkan layananan air sudah bertahun-tahun tak kunjung membaik padahal dia selalu membayang tagihan PDAM tiap bulannya.

“Pemerintah dan DPRD belum hadir untuk menyelesaikan air bersih di tempat kami,” ucapnya dalam postingan di sosial media.

Baca Juga :  Hindari Truk Sawit Mogok, Truk Tangki BBM Kecelakaan di Jalan Poros Bulungan–Berau

Selain itu, Ali (30) warga yang tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin (PMD) RT. 08 mengatakan, bahwa air bersih yang ada di kawasan tempat ia tinggal berwarna coklat.

“Warna coklat, tidak jernih sama sekali yah kadang ada waktunya bagus ada juga tidak bagus airnya, tapi lebih banyak tidak baguslah airnya. Apalagi kalau sudah hari Sabtu dan Minggu air sangat susah mengalir,” ujarnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Berlakukan Diskon Iuran 50 Persen bagi Pekerja Mandiri hingga Akhir 2026

Dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) PDAM Danum Winardi, menjelaskan terkait dengan keluhan warga yang ada di Kelurahan Tanjung Selor Hulu, permasalahannya ada pada di sumber air baku.

“Sungai buaya yang mengalami pendangkalan maka kami (PDAM) tidak bisa operasi produksi maksimal,” katanya, Senin (11/9/2023).

Lanjutnya menjelaskan, apalagi tahun ini (2023) sedang proses normalisasi Sungai Buaya dan Sungai Selor.

Baca Juga :  UMKM Kaltara Disiapkan Masuk Rantai Pasok Kawasan Industri

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani distribusi air bersih ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.

Selain itu, saat ditanyai masih adanya daerah yang belum mendapatkan jaringan air bersih seperti yang ada di Jalan Manunggal, ia mengakui bahwa belum ada jaringan pipa yang masuk ke daerah tersebut. Namun ia telah mengusulkan ke pemerintah daerah untuk tahun 2024.(*)

Reporter: Ikke

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *