Warga Tanjung Selor Antusias Sambut Pasar Murah Jelang Ramadan

Ekonomi87 views

benuanta.co.id, Bulungan – Antusias masyarakat Tanjung Selor dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci ramadan, terpantau memadati gelaran pangan murah yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bulungan di Pasar Induk Tanjung Selor.

Kepala DKP Bulungan, Sa’diah Yunus mengatakan kegiatan yang dilaksanakannya ini untuk mengantisipasi hari besar keagamaan nasional jelang bulan ramadan, berupa upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh 4,96 Persen, BI Soroti Ketergantungan Kaltara pada Tambang

“Selain awal masuk bulan ramadan, kita juga akan laksanakan pada pekan terakhir ramadan menjelang hari raya,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Jumat 17 Maret 2023.

Dia mengatakan beras yang disiapkan dari merk Beraskita, di mana harga per 10 kilogramnya sebesar Rp115.000, ukuran 5 kilogram sebesar Rp58.000 dan Beraskita medium ukuran 5 kilogram sebesar Rp48.000.

“Beras yang kita siapkan sebanyak 1 ton dari Bulog premium dan medium, sudah habis semua terjual hanya dalam waktu 1,5 jam,” sebutnya.

Baca Juga :  Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

Sembako lainnya berupa bawang merah dengan harga perkilogram sebesar Rp35.000, DKP menyiapkan sebanyak 125 kilogram. Lalu bawang putih yang disiapkan sebanyak 100 kilogram dengan perkilogramnya sebanyak Rp35.000.

“Untuk minyak goreng dengan merek Minyakita kita siapkan kurang lebih 360 liter dari Bulog harganya 1 bungkus sebesar Rp13.500,” ucapnya.

Bapok lainnya seperti telur yang disiapkan ada 100 piring di mana perpiringnya sebesar Rp58.000. Gula pasir merk Gula Maniskita harganya perliter sebesar Rp15.000 dan tepung merk Tepung Terigukita sebesar Rp13.500.

Baca Juga :  Hapelnas 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Kedekatan dan Dengarkan Pelanggan

“Animo masyarakat cukup besar, terlihat dari pembelian beras yang habis saat pertama kita buka. Semua harga barang kita dibawah harga pasar,” tutur Sa’diah. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *