benuanta.co.id, TARAKAN – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat total pendaftar mencapai ribuan siswa dari jenjang SMAN dan SMKN. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara menegaskan seluruh proses berjalan secara transparan, berbasis sistem online, serta mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengungkapkan hingga kini per 23 Juni 2026, pendaftar SPMB di seluruh Kalimantan Utara hingga saat ini tercatat sebanyak 8.749 orang. Rinciannya, 5.797 pendaftar untuk jenjang SMA dan 2.952 untuk SMK. Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses seleksi pendidikan di daerah.
“Keseluruhannya se-Kalimantan Utara itu 8.749 orang. Terdiri dari 5.797 untuk SMA dan 2.952 untuk SMK per hari ini,” ungkapnya, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, khusus di Kota Tarakan, jumlah pendaftar telah mencapai 3.037 orang yang seluruhnya melakukan pendaftaran melalui sistem daring. Disdikbud menegaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti mekanisme yang telah ditentukan, termasuk empat jalur penerimaan yang berlaku.
“Pendaftar di Tarakan sudah mencapai 3.037. Pendaftarannya lewat online semua, silakan sesuai kota dan empat jalur yang ada, semua kita terima sesuai mekanisme juknis,” bebernya.
Transparansi seleksi juga diperkuat melalui sistem jurnal harian yang dapat diakses dan dipantau oleh publik maupun pihak sekolah. Data peringkat dan nilai siswa dapat terlihat secara terbuka, termasuk pergerakan nilai tertinggi dalam sistem seleksi. Ia mencontohkan, nilai tertinggi saat ini mencapai 94,18 yang tercatat dalam sistem pemeringkatan.
“Kita ada jurnal harian, semua bisa lihat, semua bisa nonton. Apa yang dilakukan itu semua bisa kita lihat,” ujarnya.
Menanggapi berbagai isu dan dugaan adanya ketidakterbukaan, Disdikbud Kaltara menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan tanpa adanya manipulasi data. Hasanuddin menekankan bahwa sistem yang digunakan justru dapat dipantau secara luas oleh masyarakat.
“Ini semua transparan, tidak ada permainan apa-apa. Semua dilihat, bukan kami saja, masyarakat juga bisa lihat,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








