DPK Ingin Terapkan Bahasa Bulungan di Sekolah Agar Tidak Punah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bulungan mendorong agar Bahasa Bulungan menjadi salah satu bahasa yang diajarkan pada satuan pendidikan. Hal ini juga untuk melestarikan dan supaya penutur Bahasa Bulungan semakin meningkat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bulungan, Datu Buyung Perkasa mengatakan pihaknya pun telah menyusun sebuah kamus Bahasa Bulungan dan berharap dapat diajarkan di setiap jenjang sekolah.

Baca Juga :  Luminor Hotel Tanjung Selor Serahkan Satu Ekor Hewan Kurban ke Masjid Darul Muttaqin

“Kurang lebih 7 tahun saya rampungkan membuat kamus Bahasa Bulungan, harapan saya bisa dijadikan muatan lokal supaya banyak menuturkan,” ucap Datu Buyung Perkasa kepada benuanta.co.id, kemarin.

Dia mengatakan untuk menfasihkan Bahasa Bulungan itu, dirinya kerap mengeluarkan beberapa patah kata bahkan dalam bentuk percakapan baik dalam forum diskusi, rapat hingga apel gabungan. Hal ini bertujuan ada kemauan bagi setiap orang untuk belajar dan mencari arti yang diucapkannya.

Baca Juga :  Siapkan Rp 6 Miliar, Bulungan Prioritaskan Pengaspalan Jalan Ilanun pada 2026

“Itulah sebabnya saya kadang berbahasa Bulungan kepada orang, nanti lama kelamaan juga paham dengan membaca bukunya,” tuturnya.

Dirinya tidak ingin Bahasa Bulungan ini punah atau kekurangan penutur, oleh karenanya sebagai bentuk pelestarian pihaknya kerap mengeluarkan Bahasa Bulungan.

“Oleh karena itu kami minta kepada Dinas Pendidikan agar bisa menerapkannya didalam kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA,” paparnya.

Baca Juga :  Pengurusan Perizinan di Bulungan Didominasi Sektor Perdagangan

Selain Bahasa Bulungan, dirinya menginginkan bahasa lainnya diajarkan seperti Bahasa Tidung dan Dayak di sekolah. Kurangnya penuturan saat ini salah satu penyebabnya sudah terjadi pencampuran bahasa lain. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *