Cegah Karhutla, BPBD Edukasi Masyarakat Bakar Lahan Berjadwal

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan melaksanakan rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, TNI Polri secara online.

Salah satu peserta yang mengikuti Rakornas Penanggulangan Karhutla adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan. Pelaksana Tugas BPBD Bulungan Darmawan menuturkan, jika Kabupaten Bulungan menjadi salah satu perhatian karena kerap terjadi Karhutla.

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran Kantor Bupati Bulungan Terungkap, Kerusakan hingga Perbaikan Gedung Tenguyun Mulai Didata

“Hasil diskusi kita dengan Manggala Agni di Bulungan cukup besar terjadinya Karhutla,” ucap Darmawan kepada benuanta.co.id, Kamis 3 Maret 2022.

Kata dia, di tahun 2021 data yang dihimpun luasan kebakaran mencapai 50 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan. Tak hanya berupa lahan kosong didapati juga lahan yang siap pakai untuk bercocok tanam, baik unsur kesengajaan maupun tidak.

Baca Juga :  Dukung Ekonomi Masyarakat, 300 Pelaku UMKM di Tepian Sungai Kayan Tak Dipungut Retribusi

“Titiknya ada di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur, itu yang dominan. Paling besar itu ada yang sampai 10 hektare terjadi Desa Sajau Hilir, Desa Apung dan Selimau,” ujarnya.

Khususnya wilayah hulu seperti Kecamatan Peso, Peso Hilir dan Kecamatan Tanjung Palas Barat, kebakaran lahan kerap terjadi disaat masyarakat akan memulai musim tanam. Untuk mencegah tidak terjadi lagi, BPBD Bulungan pun telah memberitahukan kepada para camatnya.

Baca Juga :  Bupati Lepas Kontingen PWI Bulungan ke Porwada II, Syarwani: Bawa Nama Baik Daerah

“Paling tidak saat membakar lahan atau ladangnya diberikan jadwal sehingga tidak bersamaan. Jadi, bisa terkendali apalagi sistem Senguyun, saat bakar lahannya di jaga,” paparnya.

Di samping itu, BPBD telah menyampaikan hal tersebut kepada perusahaan salah satunya IKANI dan Inhutani. Kabarnya masyarakat di kawasan perusahaan telah membentuk tim sadar api. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *