Jalan Meranti dan Buluh Perindu Yang Rusak DIimbau Segera Ditangani

TANJUNG SELOR – Semenjak dilakukan penutupan Jembatan Jelarai pada awal Februari 2021 lalu, maka pengguna kendaraan pun dialihkan ke jalur alternatif Jalan Meranti dan Buluh Perindu.

Hanya saja sejak peralihan jalan itu, setiap harinya jalan tersebut dikeluhkan masyarakat, selain berdebu saat terik, jalan juga licin ketika hujan. Untuk itu masyarakat meminta adanya pengawasan tonase yang melintas dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Aksi Damai Pemuda Dayak Kenyah, Kapolda: Semua Sama di Mata Hukum

“Masalah pengawasan jalan alternatif, tentu rambu-rambu yang disiapkan di situ sifatnya sementara. Tidak ada Perda-nya sehingga kita imbau masyarakat untuk patuhi rambu yang ada,” ungkap Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Direktur Lalu Lintas Polda Kaltara Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma kepada benuanta.co.id, kemarin.

Untuk mengatur pengendara yang melintas, Ditlantas juga menyiapkan petugas di Jalan Meranti dan Buluh Perindu agar pengendara taat aturan. Tak hanya dituntut mematuhi aturan lalu lintas, pihaknya juga menekankan agar tidak ada kendaraan yang bermuatan melewati kapasitas.

Baca Juga :  Jadi PR Besar Pemkab, Angka Anak Tidak Sekolah di Bulungan Capai 2.533 Orang

“Kita minta pengendara taat aturan jangan melebihi batas kecepatan maupun kelebihan tonase. Biasanya kami imbau tidak melintas,” ucapnya.

Raden Romdhon mengatakan, kelebihan muatan pada kendaraan ini membuat jalan mengalami penurunan di luar kemampuan jalan yang seharusnya. Sehingga terkadang ada yang mengalami insiden mobil yang terbalik.

“Jadi kita akan koordinasi terus dengan pihak pengembang kalau ada jalan yang rusak dan bergelombang agar segera dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Lomba Perahu Dayung Sungai Kayan Tetap Digelar di Tengah Kabut Asap

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *