benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah terus dilakukan melalui penguatan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Kali ini, pelatihan difokuskan kepada para kepala sekolah di Kabupaten Bulungan agar mampu mengembangkan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan.
Direktur SEAMEO OITEP In Science (SEAQIS), Reza Setiawan, mengatakan bahwa STEM hadir sebagai pendekatan yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran, bukan diajarkan secara terpisah seperti metode konvensional.
“STEM itu adalah pendekatan pembelajaran yang tujuannya melatih kemampuan anak-anak. Jadi tidak hanya fokus pada satu mata pelajaran, tapi menggabungkan semuanya agar lebih kontekstual,” ujarnya, Selesa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, melalui pendekatan ini siswa diharapkan mampu memahami manfaat dari setiap pelajaran yang mereka terima di sekolah.
“Anak-anak jadi bisa merasakan apa yang mereka pelajari, apa gunanya, dan bagaimana itu bisa bermanfaat ketika mereka nanti terjun ke masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa STEM tidak hanya soal akademik, tetapi juga membangun keterampilan penting yang dibutuhkan di masa depan.
“Kita ingin siswa bisa berpikir inovatif, kreatif, dan kritis. Selain itu, mereka juga harus mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan STEM sebenarnya sudah mulai berjalan di beberapa sekolah, seiring dengan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasinya di lapangan.
“Dari kementerian sudah ada kebijakan terkait STEM, dan beberapa sekolah sudah menerapkan. Tapi di sini kita ingin memperkuat konsepnya, terutama kepada kepala sekolah,” ungkapnya.
Kepala sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan konsep tersebut kepada para guru.
“Harapannya, kepala sekolah bisa mendiseminasikan ke guru-guru di sekolahnya, lalu menindaklanjuti program sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah,” tuturnya.
Dalam implementasinya, sekolah diberikan fleksibilitas agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.
“Kita menyesuaikan dengan kondisi sekolah. Intinya tidak ingin memberatkan, tapi tetap ada indikator penilaian, baik dari sisi dukungan sekolah, kesiapan guru, maupun hasil pembelajaran siswa,” tambahnya.
Untuk jangka panjang, program ini ditargetkan mampu membekali siswa dengan keterampilan abad 21 agar siap menghadapi tantangan global.
“Minimal anak-anak punya kemampuan berpikir kritis, kreatif, bisa berkolaborasi dan berkomunikasi. Itu bekal penting untuk bersaing ke depan,” tegasnya.
Saat ini, pelatihan masih diikuti oleh kepala sekolah di wilayah Bulungan. Namun ke depan, diharapkan penyebaran konsep STEM dapat diperluas melalui forum kepala sekolah.
“Pesertanya masih dari Bulungan, tapi kami berharap mereka bisa menyebarkan lagi ke sekolah lain melalui forum yang ada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







