benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi pedestrian di kawasan Tepian Siring Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menjadi perhatian warga. Jalur yang biasa digunakan masyarakat untuk berjalan kaki maupun berolahraga itu sebelumnya dinilai sudah mengalami sejumlah kerusakan.
Warga berharap perbaikan yang saat ini dilakukan bisa segera diselesaikan. Selain memperbaiki bagian pedestrian yang rusak, warga juga meminta kawasan tepian siring ditata agar terlihat lebih rapi dan nyaman untuk digunakan masyarakat.
Dewi, warga Tanjung Selor, mengatakan kerusakan seperti lantai berlubang dan keramik yang pecah cukup mengganggu masyarakat yang menggunakan kawasan tersebut untuk jogging dan berjalan santai.
“Memang yang kita harapkan diperbaiki, karena sebelumnya banyak yang berlubang dan pecah-pecah keramik lantainya yang jadi tempat jogging,” kata Dewi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kawasan Tepian Siring Tanjung Selor merupakan salah satu ruang yang cukup banyak digunakan masyarakat. Karena berada di pusat kota, ia berharap pemerintah juga memperhatikan fasilitas pendukung lainnya.
“Apalagi ini juga kan jadi pusat kota. Harapannya supaya lebih rapi dan pemerintah juga fokus membenahi sekitar pinggiran ini, termasuk fasilitas yang aman untuk anak-anak maupun orang dewasa,” ujarnya.
Dewi juga menyoroti masalah sampah di sekitar kawasan siring. Ia berharap pemerintah dapat menambah atau memperbaiki fasilitas tempat sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau banyak sampah ini juga sangat mengganggu pemandangan. Mau dibuang di bawah atau di sungai tetap tidak bagus,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ansyah yang mengaku sering menggunakan kawasan tepian untuk berlari pada sore hari. Ia menilai kondisi tepian yang rusak membuat aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman.
“Saya sebagai pelari sore kadang merasa kurang menyenangkan, karena tepian yang seharusnya bisa dilalui masyarakat tapi tidak bisa dilalui,” ujar Ansyah.
Ia pun menyambut adanya pekerjaan perbaikan yang kini terlihat di kawasan itu. Namun, Ansyah berharap pengerjaan dilakukan secara maksimal dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Kita cuma berharap pembenahan yang lagi dikerjakan ini tetap diperhatikan, ditata lebih baik lagi dan bisa diselesaikan tepat waktunya,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bulungan, Fakhruddin, mengatakan perbaikan yang dilakukan memang ditujukan untuk membenahi pedestrian atau jalur pejalan kaki di kawasan Tepian Siring Tanjung Selor.
Ia menjelaskan, kerusakan yang ada tidak hanya berupa keramik pecah, tetapi juga terdapat bagian lantai yang mengalami penurunan. Karena itu, proses perbaikan dilakukan dari bagian bawah terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran.
“Itu pekerjaan perbaikan pedestrian. Lantainya ada yang mengalami penurunan, ada juga yang rusak keramiknya. Kalau ada penurunan, diperbaiki bawahnya dulu, dilakukan penimbunan dan pemadatan, baru dilakukan pengecoran,” jelas Fakhruddin.
Untuk progresnya, Fakhruddin menyebut pekerjaan sudah mencapai lebih dari 60 persen dan mendekati 70 persen. Pekerjaan masih berlangsung hingga saat ini.
“Kalau yang Tanjung Selor itu sudah melewati 60 persen lebih, mungkin sudah hampir 70 persen. Karena masih proses terus berjalan,” katanya.
Namun, untuk tahun ini perbaikan masih difokuskan sampai tahap pengecoran. Sementara pemasangan keramik disebut kemungkinan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Untuk tahun ini batasnya sampai pengecoran saja. Kemungkinan lanjutannya tahun depan untuk dikeramik lagi,” ujarnya.
Fakhruddin menyebut anggaran pekerjaan tersebut sekitar Rp2,9 miliar. Ia juga memastikan anggaran yang telah ditetapkan melalui APBD murni tidak mengalami pemotongan.
“Penganggarannya hampir Rp3 miliar, kalau tidak salah Rp2,9 miliar. Sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan di APBD murni, tidak ada pemotongan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








