Diterjang Badai, Tiga Penumpang Long Boat Selamat Dievakuasi Tim SAR Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Tiga penumpang long boat yang mengalami mati mesin di Perairan Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan, Selasa (26/5/2026) malam. Proses evakuasi berlangsung di tengah cuaca hujan lebat disertai badai.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, S.E., mengungkapkan informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan sekitar pukul 21.45 WITA dari salah satu korban bernama Anca. Long boat yang mereka gunakan mengalami mati mesin saat perjalanan kembali menuju Tarakan.

“Laporan kami terima dari korban yang menginformasikan bahwa kapal mengalami mati mesin saat cuaca sedang buruk,” ungkapnya, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Perairan Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Lokasi kejadian berada pada koordinat 3°14’16.10”N 117°31’21.60”E dengan jarak sekitar 7,03 nautical mile dari Kantor SAR Tarakan melalui jalur laut.

“Lokasi kejadian cukup jauh dan kondisi cuaca saat itu hujan lebat disertai badai,” jelasnya.

Menurut Syahril, kapal long boat yang mengalami kecelakaan membawa tiga orang penumpang atau person on board (POB). Ketiganya diketahui bernama Anca (35), Dika (28), dan Fajar (30), yang seluruhnya merupakan warga Tarakan.

“Seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” terangnya.

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan sejumlah peralatan dan armada penyelamatan. Unsur SAR yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Tarakan bersama keluarga korban dan masyarakat sekitar.

“Tim segera diberangkatkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03, satu set perlengkapan medis, serta dua unit alat komunikasi. Menurut Syahril, seluruh peralatan difungsikan untuk mempercepat proses evakuasi di tengah cuaca ekstrem.

“Alut dan palsar yang kami gunakan disesuaikan dengan kondisi operasi di laut,” katanya.

Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban pada pukul 23.40 WITA. Ketiga korban ditemukan di koordinat 3°15’26.25”N 117°29’47.05”E atau sekitar 1,96 nautical mile dari titik lokasi perkiraan kejadian (LKP).

“Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dibawa menuju Tarakan,” imbuhnya.

Usai proses evakuasi selesai, seluruh korban kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing di Tarakan. Tim SAR Gabungan selanjutnya melaksanakan debriefing pada pukul 23.55 WITA dan operasi SAR resmi dinyatakan selesai serta diusulkan ditutup.

“Setelah seluruh korban selamat, operasi SAR kami nyatakan selesai,” lanjutnya.

Syahril menambahkan selama proses operasi SAR berlangsung tidak ditemukan kendala berarti di lapangan meskipun cuaca dalam kondisi buruk. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di laut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *