Gamalis Dorong Peningkatan Standar Layanan Speedboat di Berau

benuanta.co.id, BERAU– Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti pentingnya peningkatan standar pelayanan dan keselamatan transportasi laut di Bumi Batiwakkal, khususnya jalur menuju kawasan wisata kepulauan seperti Maratua, Derawan, Tanjung Batu, hingga Tarakan.

Hal itu disampaikan Gamalis saat melakukan peninjauan di Dermaga Sanggam, Tanjung Redeb, Selasa (26/5/2026) lalu untuk melihat langsung aktivitas mobilisasi penumpang dan barang menjelang libur panjang pekan ini.

Gamalis mengatakan, transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat dan sektor pariwisata Berau yang terus berkembang. Karena itu, pelayanan transportasi harus terus dibenahi agar lebih aman, tertib, dan nyaman.

“Kalau kita lihat, mobilitas masyarakat dan wisatawan saat libur cukup tinggi. Ini harus diimbangi dengan pelayanan transportasi yang baik, terutama dari sisi keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Dalam evaluasinya, Gamalis menyoroti masih bercampurnya penumpang dengan barang berukuran besar di dalam speedboat reguler. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat mengurangi kenyamanan, bahkan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

Ia mendorong para pelaku usaha transportasi untuk mulai mempertimbangkan penyediaan armada khusus pengangkut barang, terutama jalur menuju wilayah wisata kepulauan yang saat ini aktivitasnya semakin padat.

“Ke depan mungkin perlu dipikirkan pemisahan angkutan penumpang dan barang. Karena sekarang wisatawan juga semakin banyak, termasuk wisatawan asing yang membawa perlengkapan diving dan barang bawaan cukup besar,” katanya.

Selain itu, Gamalis juga meminta armada tujuan Maratua secara bertahap menggunakan dua mesin sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan saat pelayaran di laut lepas.

“Jalur ke Maratua ini berbeda karena melewati laut lepas. Jadi idealnya memang speedboat menggunakan dua mesin untuk faktor keamanan,” jelasnya.

Ia menyebut, saat ini, terdapat 29 armada speedboat yang melayani rute kepulauan. Dari jumlah tersebut, 10 armada menggunakan dua mesin dan 19 armada lainnya masih menggunakan satu mesin dengan kapasitas rata-rata 25-30 penumpang.

Menurut Gamalis, jumlah penumpang pada rute menuju Maratua dan Tanjung Redeb juga berbeda. Hal itu dipengaruhi banyaknya barang bawaan yang diangkut dari Tanjung Redeb menuju Maratua.

“Kalau berangkat ke Maratua biasanya kapasitas penumpang lebih sedikit karena barang yang dibawa cukup banyak. Tapi saat kembali ke Tanjung Redeb, jumlah penumpang bisa mencapai 30-35 orang karena barangnya sudah berkurang,” sebutnya.

Ia menambahkan, untuk rute Maratua saat ini tersedia tiga armada reguler yang beroperasi setiap hari dan maksimal empat armada pada kondisi tertentu.

Sementara, rute Tarakan juga masih berjalan lancar dengan jadwal keberangkatan sekitar tiga kali dalam seminggu.

“Rata-rata penumpang tujuan Tarakan sekitar 30-40 orang. Untuk Tanjung Batu dan Tarakan aktivitas transportasinya juga masih cukup ramai dan lancar,” katanya.

Tak hanya soal armada, Gamalis turut menyoroti aktivitas di dermaga yang dinilai masih perlu penataan lebih baik, khususnya saat proses bongkar muat barang dan penumpang.

Ia meminta adanya pengaturan yang jelas melalui pengumuman maupun rambu-rambu agar barang diturunkan terlebih dahulu sebelum penumpang naik ataupun turun dari kapal.

“Hal-hal kecil seperti pengaturan barang dan penumpang ini penting supaya aktivitas di dermaga lebih tertib dan nyaman, apalagi banyak wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri yang menggunakan layanan transportasi kita,” tuturnya.

Meski demikian, Gamalis mengapresiasi kondisi operasional transportasi laut yang dinilai masih berjalan lancar selama masa libur berlangsung. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *