Prediksi Hujan hingga Februari Tak Meleset, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Tarakan Mendadak Panas

Tarakan137 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca panas dan relatif kering yang terjadi di Kota Tarakan dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan berarti musim hujan berakhir lebih cepat. Kondisi tersebut justru merupakan bagian dari pola alami dalam siklus monsun yang masih berlangsung di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan sejak awal pihaknya memprediksi wilayah Kaltara masih berada dalam fase hujan hingga Februari. Namun, di tengah periode itu memang terdapat fase jeda atau yang dikenal sebagai monsoon break.

Menurutnya, pada fase tersebut hujan memang bisa berkurang dan cuaca tampak lebih cerah, meskipun secara umum sistem hujan belum benar-benar berakhir. “Dalam fase monsun itu memang ada jeda, seperti orang istirahat sejenak untuk menyusun energi lagi,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  Desil Berubah, Penerima Bansos Tarakan Bisa Terdampak

Selain faktor monsoon break, dirinya juga menyebut adanya pengaruh fenomena siklon tropis di wilayah timur Indonesia yang turut memengaruhi pola awan di Kaltara. Siklon yang berada di utara Papua itu sempat menarik massa awan dari wilayah Kaltara.

Akibatnya, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di Tarakan dan sekitarnya sempat menurun. Meski demikian, hujan tetap terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada dini hari.

Baca Juga :  Kondisi Lapangan Stadion Datu Adil Tarakan Dikeluhkan Warga, Tarif Sewa Rp 1 Juta untuk Sekali Pakai

Ia menegaskan, kondisi panas yang dirasakan masyarakat tidak menandakan musim kemarau lebih cepat datang. Justru fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika atmosfer sebelum hujan kembali menguat.

“Walaupun siang terasa panas, kita masih lihat hujan terjadi pada subuh atau dini hari. Itu tanda sistem hujan masih aktif,” ungkapnya.

BMKG menilai fluktuasi cuaca seperti ini masih sangat wajar terjadi di tengah puncak musim hujan. Masyarakat pun diimbau tidak terkecoh oleh cuaca cerah sementara.

Baca Juga :  Peralatan Pemadam Kebakaran Perlu Peremajaan

“Ini bukan penyimpangan prediksi. Ini memang karakteristik cuaca saat monsun masih bekerja,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *