PPDB Ganti Nama jadi SPMB, Apa Perbedaannya?

Tarakan93 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Penamaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini berganti menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan sebut kuota prestasi akan lebih banyak.

Belum lama ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengumumkan perubahan nama PPDB menjadi SPMB. Terkait hal tersebut, Kepala Disdik Kota Tarakan, Tamrin Toha menuturkan tetap ada empat jalur penerima seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ruas Jalan Pantai Amal Berpotensi Ambruk Imbas Terbakarnya Batu Bara, BPBD Desak Penanganan Segera

Namun perbedaan terdapat pada persentase kuota siswa dari empat jalur penerimaan. Mulai dari domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi yang disediakan dalam SPMB. Pada SPMB jalur zonasi sudah tidak diterapkan lagi dan kini menjadi jalur domisili.

“Jalur domisili nanti murid mendekatkan dengan satuan pendidikan, kalau di SD berdasarkan usia, baru jarak dari rumah ke sekolah. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi atau tergolong disabilitas. Jalur prestasi sama seperti tahun lalu baik akademi maupun non akademik bedanya ada tambahan prestasi bisa dari pengalaman anak memimpin organisasi, ” jelasnya, Kamis (6/2/2025).

Baca Juga :  Maulid Jangan Sekadar Seremonial, Pemuda Diminta Hidupkan Akhlak Rasulullah

“Jalur mutasi perpindahan orang tua karena kita tahu ada saja perpindahan orang tua yang bekerja setiap tahun jadi diberikan porsi juga,” tambahnya.

Ia menerangkan, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membuat tes standar bagi murid yang masuk di luar jalur prestasi. Selain itu terdapat perbedaan lainnya antara SD dan SMP di SPMB yaitu kuota prestasi yang lebih banyak karena siswa yang aktif berorganisasi juga akan menjadi prioritas.

Baca Juga :  Kasus ISPA Meningkat di Pantai Amal, Dinkes: Dampak Karhutla

“Nanti kalau sudah keluar peraturanya kami akan sosialis kan karena ada beberapa tahap yang harus di lakukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *