2 Orang Terlantar akan Dipulangkan Besok

Tarakan93 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Sosial Tarakan akan memulangkan dua orang terlantar dari luar Kalimantan Utara (Kaltara) ke daerah masing-masing pada Rabu, 29 November 2023 besok.

Pemulangan keduanya akan dilakukan melalui jalur laut dengan menaiki kapal kedaerahannya. Satu orang akan kembalikan ke daerah asalnya Sulawesi dan satunya lagi akan dipulangkan ke Surabaya.

Penyuluh Sosial Ahli Muda Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinsos Tarakan, Akhmad Suja’i Mengatakan keduanya dibawa oleh cukong untuk bekerja di kebun kelapa sawit. Namun, merasa tidak betah karena tidak sesuai dengan janji yang di berikan oleh si pemberi kerja alhasil, keduanya melarikan diri hingga sampailah ke Tarakan.

Baca Juga :  Biosolar Dikeluhkan Langka, DPRD Tarakan Lakukan Evaluasi dan Monitoring Sasaran

“Kita rencananya memulangkan orang terlantar itu dia masuk dari kucing Kalimantan Barat (Kalbar) tembusnya di Kaltara. Pulangnya kan jauh sekali,” ujar Suja’i, Selasa (28/11/2023).

Terkait hal tersebut ia pun meminta kerja sama antar stakeholder terkait untuk mengurangi dan mengatasi masalah sosial seperti ini. Tak hanya orang terlantar namun juga orang orang miskin, disabilitas bahkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia juga memohon bantuan pihak lintas sektoral, bekerja sama dengan dinsos untuk mengurai masalah masalah yang selama ini belum terselesaikan terutama di pelosok-pelosok dan daerah yang belum terjangkau informasinya karena daerah yang belum terdata itu banyak sekali.

Baca Juga :  Polres Tarakan Buka Layanan Pengawalan bagi Petambak sebagai Perlindungan

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, ia berencana ditahun 2024 mendatang pihaknya akan membentuk tim terpadu melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk menangani masalah sosial yang ada di Tarakan.

“Masalah sosial ini merupakan masalah kita bersama. Itu jelas konstitusi sudah menyatakan bahwa fakir miskin, orang terlantar ditanggung oleh negara. Itu jelas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Soroti Bahaya Karhutla Meluas, di Wilayah Pantai Amal Ada Kandungan Baru Bara

Melihat daerah Tarakan yang merupakan perbatasan, menurutnya rawan sekali terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dikatakan Suja’i, Tarakan merupakan tujuan favorit bagi orang orang tertentu untuk menyebrangkan orang lain ke negara-negara tetangga.

“Masalahnya kompleks ditambah lagi di Tarakan merupakan daerah yang terbuka dan berkembang otomatis masalah sosial bertambah terus,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *