Di hadapan beberapa pemimpin media massa nasional dan tokoh masyarakat, Presiden meyakini idealnya satu kabupaten dijaga oleh satu batalyon. Walaupun demikian, kekuatan TNI saat ini belum dapat menjaga seluruh wilayah kabupaten/kota mengingat masih ada 360 kabupaten lebih yang tidak memiliki kehadiran satuan TNI.
“Padahal di situ ada kekayaan kita, karena itulah selama sekian puluh tahun terjadilah illegal logging (pembalakan liar, red.), illegal mining (tambang ilegal, red.), kebun-kebun liar,” kata Presiden Prabowo sebagaimana disiarkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Kamis.
Dalam pertemuan itu, yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, minggu lalu, Presiden Prabowo mencontohkan karena minimnya pengawasan di daerah-daerah, ada perkebunan kelapa sawit yang ditemukan beroperasi di kawasan hutan lindung. Jika tidak terus diawasi, maka praktik serupa dapat terjadi di daerah-daerah lain tanpa adanya penindakan.
“Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar, bukan kabupaten yang kecil-kecil. Kabupaten itu besar,” ujar Presiden.
Sementara itu, terkait anggaran pertahanan yang otomatis naik karena adanya pembentukan batalyon-batalyon baru, Presiden Prabowo menyampaikan anggaran pertahanan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih di bawah 2 persen dari produk domestik bruto (PDB).
“Anggaran kita termasuk yang paling kecil di ASEAN. Walaupun kita sudah menaikkan seperti itu, tidak sampai 2 persen dari GDP (PDB, red.) kita,” kata Presiden.
Kemudian, selama beberapa dekade terakhir, belanja pertahanan Indonesia masih pada kisaran 0,9 persen PDB. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, misalnya Singapura, pemerintah negara tersebut mengalokasikan lebih dari 3 persen PDB anggarannya untuk belanja pertahanan.
“Jadi, kalau menurut saya, sistem kita, sistem hankam (pertahanan dan keamanan, red.) yang merata, membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat,” sambung Presiden.
Sumber : Antara







