benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pesan itu disampaikan Anggota Komisi VII Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hj. Rahmawati, S.H., saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bersama masyarakat di Tanjung Selor, Senin (14/9/2026).
Kesempatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman mengenai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Rahmawati menegaskan nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Empat Pilar bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi nilai yang kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus hadir dalam sikap kita, dalam cara kita menghargai perbedaan, bergotong royong, dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia menilai Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan semangat persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap tanah air perlu terus diperkuat, mulai dari lingkungan keluarga hingga generasi muda.
Selain itu, Rahmawati juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi yang membuat masyarakat menerima berbagai informasi dengan sangat cepat. Ia mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring informasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Jangan sampai perbedaan pilihan, pendapat, atau latar belakang membuat kita terpecah. Kita boleh berbeda, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia. Inilah semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, hingga persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan bermasyarakat.
Rahmawati mengatakan dialog langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugasnya sebagai anggota DPR RI. Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan warga menjadi masukan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di tingkat nasional.
Ia berharap sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi ruang edukasi yang mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkokoh kehidupan demokrasi, serta merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina






