Pertandingan pembuka kriket putri antara Bangladesh dan China, Kamis, setelah hujan semalaman membuat lapangan di Korogi Athletic Park, Nisshin, menjadi tidak layak untuk digunakan. Padahal, para relawan telah berupaya keras sejak Kamis pagi.
Kondisi lapangan luar ruangan yang basah membuat Bangladesh lolos berdasarkan peraturan yang menetapkan bahwa tim dengan peringkat lebih tinggi dapat melaju ke babak berikutnya apabila pertandingan dibatalkan karena cuaca.
“Kami tahu akan sulit untuk menggelar pertandingan mengingat kondisi cuaca di sini selama sepekan terakhir dan berbagai tantangan yang ada. Kami berterima kasih kepada staf lapangan yang telah berusaha semaksimal mungkin. Kami sangat kecewa. Kami berharap dunia dapat melihat tim putri China bermain untuk pertama kalinya di turnamen besar. Namun, kami akan mengatur ulang dan mencoba lagi,” kata pelatih tim China, Alan Newington.
Sementara itu, cabang olahraga dayung, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9), juga telah dipindahkan ke Senin (21/9) karena hujan deras pada 8 September lalu memaksa dermaga di Nagaragawa International Regatta Course dibongkar dan dilakukan penataan ulang.
Topan Dujuan diperkirakan mendekati Jepang selama periode libur lima hari mulai Sabtu (19/9). Badan Meteorologi Jepang, Rabu (16/9), mengatakan topan itu telah berkembang di lepas Kepulauan Mariana di Samudra Pasifik.
Sumber: Kyodo/antara







