Abrasi Kian Parah di Kampung Payung-Payung, Bupati Berau Desak Pembangunan Bronjong Baru

benuanta.co.id, BERAU – Abrasi parah yang mengikis bibir pantai di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, meninjau langsung lokasi terdampak pada Sabtu (6/6/2026) lalu untuk memastikan langkah penanganan ke depan.

Dalam tinjauan tersebut, kondisi bibir pantai dinilai sudah mengkhawatirkan. Gelombang laut yang terus menghantam pesisir berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga jika tidak segera ditangani.

Sri Juniarsih menjelaskan, infrastruktur penahan gelombang berupa bronjong yang terpasang saat ini sudah tidak lagi memadai. Fasilitas tersebut telah berusia hampir 19 tahun sejak dibangun pada 2006, sehingga fungsinya menurun drastis.

Baca Juga :  Bupati Sri Juniarsih Apresiasi Program Seanergy Fuel Storage di Pulau Maratua

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kami perlu melihat langsung di lapangan untuk mencari solusi yang tepat,” kata Sri Juniarsih.

Meski pembangunan pengaman pantai bukan merupakan kewenangan langsung pemerintah kabupaten, Sri memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemkab Berau segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mendesak perbaikan infrastruktur tersebut.

Baca Juga :  Bupati Berau Ajak Masyarakat Gemar Transaksi lewat QRIS

“Kami akan segera bersurat kepada pihak terkait karena kewenangan perbaikan ini ada di tingkat atas. Kami ingin penanganan dilakukan secepatnya,” tegasnya.

Bupati berharap pemerintah pusat dan provinsi segera merealisasikan pembangunan bronjong baru. Langkah ini dinilai mendesak untuk mencegah kerusakan pesisir yang lebih luas, penyempitan garis pantai, serta melindungi permukiman dan fasilitas umum milik warga setempat.

Baca Juga :  Pemkab Berau Luncurkan Relaksasi Pajak, PBB-P2 Dapat Diskon hingga 10 Persen

Pemkab Berau berkomitmen terus memperjuangkan perbaikan infrastruktur di wilayah pesisir dan kepulauan. Penanganan abrasi menjadi prioritas utama demi menjaga keberlangsungan kawasan pantai dan keselamatan masyarakat. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *